Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Kesepian Berdampak Besar pada Kesehatan Fisik dan Mental

Jumat 09 Nov 2018 10:38 WIB

Red: Nur Aini

Kesepian (ilustrasi)

Kesepian (ilustrasi)

Foto: superjuniorff2010.wordpress.com
Kesepian dapat memicu gejala kesehatan fisik dan peningkatan depresi.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Satu dari empat orang Australia dilaporkan hidup dalam kesepian. Hasil penelitian terkini tersebut juga mengungkap kesepian memiliki dampak besar pada kesehatan fisik dan mental.

Kesepian sangat berkaitan dengan kualitas hidup yang lebih buruk, kesejahteraan fisik yang lebih rendah dan ketidak-nyamanan sosial yang lebih besar, demikian temuan dari survei besar yang dilakukan oleh perhimpunan profesi Australian Psychological Society dan Swinburne University of Technology, yang disiarkan pada Kamis malam (8/11).

Hampir 30 persen orang Australia tidak merasa menjadi bagian dari kelompok teman. Sedangkan satu dari empat orang merasa mereka tidak memiliki banyak kesamaan dengan orang di sekeliling mereka.

Temuan itu, yang dirangkum dari survei atas lebih dari 1.600 orang Australia dan digadang-gadang sebagai yang paling lengkap, juga memperlihatkan bahwa hampir 55 persen warga merasa kurang ditemani "setidaknya kadang-kala". Hal itu dirasakan oleh orang dewasa muda paling banyak (62 persen) dibandingkan dengan orang yang berusia lanjut (46 persen).

Orang dengan tingkat kesepian paling tinggi mengalami lebih banyak gejala kesehatan fisik, termasuk susah tidur, sakit kepala, sakit perut, mual, demam, dan infeksi. Mereka juga melaporkan tingkat yang lebih tinggi depresi, cemas, kesulitan sosial dan hilangnya keyakinan.

"Juga lebih sering, orang-orang tersebut dikelilingi teman. Tapi jika pertemanan ini tidak memenuhi kebutuhan seseorang, seperti merasa didukung atau terhubung, maka mereka masih tetap merasa kesepian sekalipun mereka sedang bersama teman mereka," kata Dr. Michelle Lim dari universitas tersebut.

"Diperkuatnya hubungan yang ada dan dibangunnya keintiman penting," kata ilmuwan tersebut.

"Apakah itu keluarga, teman, tetangga, rekan kerja sama kita, atau orang asing yang kita temui, hubungan sosial membuat hidup kita lebih kaya. Semua itu penting buat kesehatan yang baik," kata Presiden Perhimpunan tersebut, Ros Knight.

Ada strategi yang dapat dilaksanakan semua orang tapi pemerintah juga perlu memperhatikan dampak dari kesepian dan melancarkan campur-tangan dalam kebijakan kesehatan.

"Temuan ini penting sebab semuanya memperlihatkan bahwa kesepian adalah masalah kesehatan. Kita perlu mempertimbangkan pendekatan mengenai kesepian sebagai bagian dari strategi kesehatan mental dan kesehatan kita," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES