Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Longsor di Penang, Tiga WNI Meninggal Dunia

Sabtu 20 Okt 2018 17:31 WIB

Red: Friska Yolanda

Longsor (Ilustrasi)

Longsor (Ilustrasi)

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Ketiga WNI bekerja pada perusahaan subs kontraktor Soil Mechanic.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUr -- Insiden tanah longsor terjadi di kawasan Paya Terubong, Telau, Georgetown, Penang, Jumat (19/10). Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban musibah tanah longsor tersebut.

"KJRI Penang menerima kabar pada hari Jumat pukul 18.22 waktu setempat dan Satgas KJRI Penang langsung menuju lokasi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut," ujar Konsul Pensosbud KJRI Penang, Osrinikita Zubhana SH LLM, Sabtu (20/10).

Osrinikita mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Pada saat itu, sebagian orang sedang melaksanakan Shalat Jumat. Setidaknya terdapat 11 kontainer dan satu rumah tertimbun.

"Korban jiwa tiga orang termasuk satu WNI yang sudah teridentifikasi atas nama Syamsul, 10 orang lagi masih belum ditemukan dan dikhawatirkan masih tertimbun tanah, dua orang di antaranya adalah WNI atas nama Bahtiar dan Subaeri," katanya.

Di TKP Satgas bertemu dengan Istri Subaeri dan istri Bahtiar. "Ketika tanah longsor keduanya berada di TKP. Kedua istri korban dan seluruh korban tidak memiliki permit atau izin," katanya.

Satgas KJRI Penang ke Forensik RS Pulau Pinang dan mendapatkan hasil post mortem Syamsul meninggal karena cidera.

Selanjutnya rumah sakit akan melakukan tes DNA keluarga. Satgas juga melihat langsung jenazah, dan memperoleh informasi bahwa proses pemulangan atau pemakaman jenazah sudah bisa dilakukan.

Perusahaan utama dalam proyek tersebut Mira Gas Sdn Bhd. Ketiga WNI bekerja pada perusahaan subs kontraktor Soil Mechanic yang belum dapat dihubungi.

Menurut informasi yang diterima, pekerjaan mereka sudah selesai sejak (28/9). "Namun masih ada pekerja yang tinggal di lokasi karena masih menunggu pekerjaan baru dan takut keluar dari kawasan karena tidak memiliki permit," katanya.

Osrinikita mengatakan Satgas KJRI akan terus mengawal kasus tersebut.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA