Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Tentara India Ini Terlibat Pemerkosaan Beramai-ramai

Senin 17 Sep 2018 09:42 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi pemerkosaan

Ilustrasi pemerkosaan

Foto: www.jeruknipis.com
Militer India berjanji akan membantu mengungkap kasus pemerkosaan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Komisi Nasional untuk Wanita di India meminta agar pelaku pemerkosaaan perempuan muda di Distrik Haryana Mahendragarh ditangkap. Ini setelah terungkap jika ada seorang tentara yang terlibat dalam aksi pemerkosaan beramai-ramai itu.

Petinggi komando militer mengatakan, akan membantu kepolisian untuk menyiliki laporan tersebut. Selain seorang tentara, dua orang lainnya juga diketahui terlibat dalam pemerkosaan tersebut.

Seperti dikutip Times of India, Ahad (17/9), ayah korban mengatakan, ada setidaknya delapan sampai 10 orang yang terlibat dalam aksi bejat ini. Namun putrinya hanya mengenali tiga orang di antaranya.

Baca juga, Kasus Pemerkosaan di India Tuai Kecaman.

Korban diculik di pemberhentian bus di Kanina saat ia ingin berangkat ke kelas pelatihan. Korban kemudian dibius dan mengalami pelecehan oleh para pelaku.

Direktorat Jenderal Polisi B.S Sandhu mengonfirmasi salah satu tertuduh adalah seorang tentara yang bertugas di Rajastan. "Anggota tim kepolisian telah dikirim ke sana, dan pelaku diharapkan bisa ditangkap hari ini," ujarnya akhir pelaku.

Sandhu menambahkan, tersangka lagi tidak bertugas saat insiden terjadi. Tentara itu diidentifikasi dengan nama Pankaj.  Polisi juga yakin akan menahan dua orang lainnya yang telah dikenali.

Letna Jenderal Cherish Mathson yang memimpin komando di barat India menegaskan, tak akan melindungi anggotanya yang terlibat aksi kriminal. "Kami akan memfasilitasi penyelidikan ini," ujarnya.

Kasus pemerkosaan di India menjadi perhatian dunia internasional. Pasalnya, pemerkosaan kerap dilakukan beramai-ramai dan tak jarang diikut dengan aksi kekerasan atau bahkan pembunuhan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA