Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Kereta Api Cepat Cina Dihentikan karena Topan Mangkhut

Ahad 16 Sep 2018 09:56 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pekerja memasang selotip di kaca banguanan di HK sebagai antisipasi amukan topan Mangkhut. Topan Mangkhut sudah menghantam Filipina Sabtu (15/9) pagi dan diprediksi akan tiba di HK dan Cina daratan Ahad (16/9).

Pekerja memasang selotip di kaca banguanan di HK sebagai antisipasi amukan topan Mangkhut. Topan Mangkhut sudah menghantam Filipina Sabtu (15/9) pagi dan diprediksi akan tiba di HK dan Cina daratan Ahad (16/9).

Foto: AP
Ribuan petugas kereta dikerahkan mengantisipasi kerusakan akibat topan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kereta api cepat di wilayah selatan Cina, Ahad (16/9), berhenti beroperasi untuk menghindari dampak topan Mangkhut. Topan diperkirakan tiba di Cina sore hari ini.

China Railway Guangzhou Group Co (CRGG) dalam pernyataan persnya mengatakan bahwa pihaknya sejak Sabtu malam mengerahkan 10 ribu petugas di sepanjang rel wilayah selatan Cina untuk menghadapi kerusakan akibat topan tersebut. Kereta api cepat di sekitar pulau Hainan juga tidak melayani penumpang sejak Ahad pukul 16.00 (15.00 WIB).

Pemberangkatan beberapa rangkaian kereta tertunda karena badai petir, yang mengiringi Mangkhut, kata pernyataan CRGG seperti dikutip kantor berita Xinhua. Badan Pusat Meteorologi Nasional Cina memperkirakan topan Mangkhut mendarat di Provinsi Guangdong (wilayah selatan) antara Ahad sore hingga malam.

Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong juga mengimbau pekerja Indonesia mewaspadai cuaca buruk akibat badai itu. Sabtu dan Ahad adalah hari libur, yang diberikan majikan kepada pekerja Indonesia, yang di Hong Kong diperkirakan mencapai 154.000 orang dan hampir semua perempuan pekerja sektor informal.

Mangkhut, salah satu badai terkuat pada tahun ini, dilaporkan menewaskan sedikit-dikitnya tiga orang dan melukai empat lagi di Filipina utara pada Sabtu dini hari.

Pada dua pekan sebelumnya, wilayah selatan Cina juga dilanda hujan deras. Bencana tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan tiga lagi hilang serta menunda sejumlah jadwal penerbangan dari bandar udara antarbangsa Baoan di Shenzhen, provinsi Guangdong.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA