Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Thursday, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 February 2019

Badai Mangkhut, Warga Hongkong Segera Dievakuasi

Sabtu 15 Sep 2018 14:23 WIB

Rep: Puti Almas / Red: Esthi Maharani

Suasana di salah satu pelabuhan di Hong Kong saat Topan menerjang / Ilustrasi

Suasana di salah satu pelabuhan di Hong Kong saat Topan menerjang / Ilustrasi

Foto: AP
Hong Kong siaga 1 untuk antisipasi badai Mangkhut

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG — Warga Hong Kong diminta bersiap untuk dievakuasi pada Sabtu (15/9). Hal ini setelah adanya prediksi badai Mangkhut akan melanda kawasan Asia, termasuk daerah diantara Filipina di Asia Tenggara.

Observatorium Hong Kong telah mengeluarkan peringatan bahwa badai dengan kekuatan angin topan di level 10 itu dapat datang dalam waktu dekat. Kemungkinan besar Mangkhut menerjang wilayah kota pada Ahad (16/9).

Badai diperkirakan bertiup dengan kecepatan yang mencapai lebih dari 118 kilometer hingga 220 kilometer. Saat ini, Hong Kong telah memberlakukan siaga 1 sebagai langkah antisipasi badai Mangkhut.

Menurut prediksi, setelah menerjang Filipina pada Sabtu (15/9) pagi ini, kekuatan badai Mangkhut melemah. Namun, angin topan akan kembali bergerak dengan kuat dan juga mengancam wilayah selatan Cina, Guangdong.

“Kekuatan angin akan sangat cepat setelah tengah malam nanti, jadi kami menghimbau agar semua warga Hong Kong mempersiapkan diri untuk evakuasi, lebih cepat lebih baik,” ujar asisten direktur Observatorium Hong Kong, Cheng Cho Ming, dilansir Strait Times, Sabtu (15/9).

Seluruh wilayah kota diperkirakan tidak akan terhindar dari ancaman Mangkhut. Sementara itu, Menteri Keamanan Hong Kong, John Lee Ka Chiu dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan sekitar 30 biro dan departemen lokal untuk mempersiapkan situasi bencana.

“Saya telah memerintahkan semua pihak untuk mempersiapkan yang terburuk,” ujar Ka Chiu.

Meski peringatan untuk evakuasi telah dikeluarkan, sejumlah aktivitas di Hong Kong dilaporkan masih berjalan normal. Seperti bagi pengantar bahan makanan bernama Khan (29) yang masih melakukan pekerjaannya pada pagi ini.

“Kami akan menghentikan pekerjaan saat peringatan sinyal badai dinaikkan ke level delapan,” kata Khan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA