Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Duterte Siagakan Seluruh Instansi untuk Hadapi Badai

Jumat 14 September 2018 18:58 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Badai (ilustrasi)

Badai (ilustrasi)

Foto: Reuters
Presiden menilai terlalu dini untuk meminta bantuan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengaku puas dengan persiapan  para instansi pemerintah untuk menghadapi potensi topan dahsyat yang diperkirakan akan melanda negara tersebut.  Topan Mangkhut mendekati daratan Filipina dalam beberapa saat ke depan.

"Baik, saya sudah diberi penjelasan dengan proses evakuasi yang telah dilakukan, saya sudah dijelaskan pula, seluk beluk sehingga saya mengerti, dan sudah ada para aparatur yang ditempatkan guna mengantisipasi topan," ujar Duterte.

Duterte memimpin konferensi komando penanganan badai di Filipina, bersama pejabat lain di pusat operasi Pengurangan Risiko Nasional dan Manajemen Pengurangan (NDRRMC) di Camp Aguinaldo, Kota Quezon.

Selama pertemuan, Duterte memerintahkan pejabat Kabinet secara pribadi memeriksa provinsi-provinsi sepanjang yang dilalui topan.

Baca juga, Badai Florence Mulai Banjiri Jalan Carolina.

Presiden juga mengatakan, terlalu dini jika meminta bantuan internasional. Sebab bagaimanapun, ia bersikeras jika angin topan meratakan segalanya di Filipina, barulah negaranya mungkin memerlukan bantuan dari negara lain.

Sebelumnya, Malacanang mencatat, Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) telah menyiapkan bantuan senilai 1,7 miliar peso dan paket makanan untuk dibagikan kepada keluarga yang akan terkena dampak topan.

"Departemen Kesehatan, Kantor Pertahanan Sipil dan lembaga pemerintah lainnya sudah dipastikan tim dan aset mereka siap untuk ditempatkan untuk membantu penduduk yang mengungsi dan jika mungkin terkena badai," ujarnnya.

Pemerintah telah memulai persiapan mendesak di daerah-daerah di jalur badai, mengevakuasi ribuan orang, menyiapkan pasokan bantuan dan mendorong para petani untuk memanen tanaman mereka menjelang serangan Ompong.

Sementara itu, menurut data update Biro Cuaca Negara Pagasa, wilayah Cagayan dan Isabela utara berada pada sinyal peringatan badai tropis tertinggi kedua pada Jumat.

Spesialis cuaca dari Pagasa, Quitlong yang juga penduduk ABS-CBN, Nilo Millanes mengatakan, pihaknya menempatkan dua wilayah itu di bawah Sinyal Peringatan Badai Tropis Level 4 dengan kekuatan angin 171 hingga 220 kilometer per jam (kph) dan diperkirakan akan dirasakan dalam 12 jam ke depan.

Topan itu kemungkinan akan menerpa sekitar jam 4 pagi pada Sabtu. Ompong yang merupakan topan terkuat yang akan melanda Filipina tahun ini.

"Pada pukul 16.00 Jumat, Ompong berada di 340 kilometer timur Casiguran, Aurora, dan masih berpotensi menmbawa angin berkelanjutan maksimum 205 kilometer per jam dengan kecepatan 255 kilometer per jam," ujar Nilo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES