Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Kamboja Berantas Jaringan Prostitusi Cina

Rabu 15 August 2018 00:47 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Praktik prostitusi.   (ilustrasi)

Praktik prostitusi. (ilustrasi)

Foto: EPA/Ennio Leanza
Investasi dari Cina naik drastis yang berdampak meningkatnya kejahatan di Kamboja.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOM PENH -- Sekitar 50 warga Cina ditahan di Kamboja sebagai bagian dari pembongkaran jaringan pelacuran di Provinsi Sihanoukville, pusat permodalan Cina, kata gubernur provinsi itu pada Selasa. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen adalah sekutu dekat Beijing.

Hun Sen  berhasil menarik lonjakan investasi Cina.Sihanoukville, kota pantai 225 kilometer barat Phnom Penh, mengalami ledakan pembangunan dalam beberapa tahun belakangan didukung aliran uang Cina.

Tapi, arus pekerja dan uang Cina itu juga menimbulkan kebencian warga setempat . Pihak berwenang mengatakan investasi yang tinggi berdampak kepada kenaikan angka kejahatan di kota pelabuhan semula sepi tersebut.

Gubernur Provinsi Sihanoukville Yun Min menyatakan modal Cina di provinsi itu melampaui 1 miliar dolar (sekitar 15 triliun rupiah) tapi uang itu datang dengan kenaikan layanan gelap seks, yang disediakan oleh dan untuk warga Cina di daerah tersebut.

"Ketika banyak dari mereka datang, banyak juga tuntutan untuk layanan itu. Itu melanggar hukum di negara kami. Jadi, kami harus menghentikan dan menumpasnya. Penumpasan itu akan berlanjut tanpa batas waktu," ucap dia.

Kepala kepolisian Sihanoukville Phul Phorsda mengatakan tindakan keras itu berlanjut tapi menolak menanggapi lebih lanjut. Laporan polisi menyatakan polisi menyita brosur penawaran layanan seks, yang menampilkan perempuan telanjang dan nomor telepon, dalam penggerebekan di panti pijat.

Dukungan Cina memungkinkan Hun Sen menentang kecaman Barat tentang penindasan terhadap lawannya dalam pemilihan umum pada bulan lalu. Partai Rakyat Kamboja -yang berkuasa- mengatakan meraih semua 125 kursi parlemen. Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja, yang beroposisi, dibubarkan pengadilan pada tahun lalu atas permintaan pemerintah Hun Sen, yang memicu kecaman beberapa negara Barat.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES