Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Malaysia Buka Kembali Kasus Pembunuhan yang Seret Najib

Jumat 22 Jun 2018 00:22 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

Foto: The Star
Seorang model Mongolia tewas dibunuh di Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kepolisian Malaysia membuka kembali penyelidikan pembunuhan seorang model Mongolia Altantuya Shaariibuu (28 tahun). Kasus pembunuhan tersebut menyeret nama mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa kami membuka kembali penyelidikan," kata Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun.

Ia mengatakan  laporan terbaru yang diajukan oleh ayah Altantuya menjadi salah satu alasan untuk membuka penyelidikan baru terhadap kasus pembunuhan itu. Altantuya tewas pada 2006 silam. Ia tewas akibat diledakkan dengan bahan peledak kelas militer di sebuah hutan dekat Kuala Lumpur.

Dua mantan perwira polisi, yang menjabat sebagai pengawal pribadi Najib Razak dijatuhi hukuman mati atas kejahatan tersebut. Ayah Altantuya, Setev Shaariibuu,bertemu dengan Jaksa  Agung Malaysia Tommy Thomas dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada Rabu (20/6).

Kelompok-kelompok masyarakat sipil menduga pembunuhan Altantuya terkait dengan perannya sebagai penerjemah untuk Abdul Razak Baginda, mantan rekan Najib, dalam pembelian dua kapal selam kelas Scorpena dari raksasa pembuat kapal Prancis DCNS pada 2002.

Abdul Razak, yang mengaku berselingkuh dengan Altantuya, dituduh melakukan aborsi. Namun, ia dibebaskan pada  2008.

Salah satu petugas yang dinyatakan bersalah atas pembunuhannya adalah Sirul Azhar Uma. Akan tetapi, Sirul melarikan diri ke Australia sesaat sebelum hukumannya dijatuhkan. Sirul mengatakan bulan lalu dia akan bekerja sama dengan penyelidikan baru atas pembunuhan itu jika diberi pengampunan penuh.

Malaysia sedang mempertimbangkan untuk membatalkan hukuman mati agar dapat memfasilitasi ekstradisinya. Juru bicara  Jaksa Agung Australia  tidak mengomentari permintaan ekstradisi untuk Sirul.

Sementara itu, mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak mengatakan ia tidak terlibat dalam insiden tewasnya Attantuya. "Saya tercatat telah bersumpah di sebuah masjid atas nama Allah bahwa saya tidak ada hubungannya dengan kasus ini," katanya.

Ia mengaku mendengar kabar tewasnya Altantuya lima hari setelah kematian. "Itu adalah pertama kalinya saya mendengar tentang dia. Tidak ada bukti untuk menunjukkan saya pernah mengenalnya," ujarnya.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES