Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Laporan: India Alami Krisis Air Terburuk Sepanjang Sejarah

Ahad 17 Jun 2018 04:30 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Teguh Firmansyah

India

India

Foto: [ist]
Sebanyak 24 dari 29 negara bagian alami krisis air.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India disebut tengah menghadapi krisis air terburuk sepanjang sejarah. Saat ini kekeringan parah dialami oleh 600 juta orang di India. Demikian diungkapkan penelitian oleh Niti Aayog yang berkolaborasi dengan Pemerintah India.

Laporan Niti Aayog menyatakan 24 dari 29 negara bagian di India mengalami krisis air parah. Semakin tahun, krisis yang dihadapi masyarakat di India semakin memburuk. Penelitian yang sama juga membeberkan pada 2020 sebanyak 21 kota akan kehabisan air tanah.

Temuan tersebut tentu saja mengkhawatirkan dan mengancam sektor pertanian, mengingat 80 persen air digunakan untuk aktivitas agraria. Pada musim panas, kota-kota di India langganan kekurangan air lantaran minimnya infrastruktur untuk mengalirkan air ke rumah warga.

Dilansir dari BBC, warga perdesaan juga tak luput dari kesulitan mengakses air bersih. Masyarakat desa tidak dapat menikmati air tanah karena hujan turun tidak teratur. Pada umumnya, air tanah dimanfaatkan untuk bercocok tanam ketika musim hujan datang terlambat.

Penelitian Niti Aayog mengungkap sekitar 200 ribu jiwa di India meninggal setiap tahun karena mereka tidak dapat mengakses air bersih. Sebagai jalan keluar dari persoalan paceklik air, pemerintah mengusahakan air bersih dari pihak swasta demi memenuhi kebutuhan rakyatnya. Maka tak heran ketika krisis air melanda, warga yang tinggal di daerah miskin rela antre panjang di depan tank air demi memperoleh air bersih.

Seiring pertumbuhan wilayah perkotaan, tuntutan warga akan air bersih ikut meningkat. Laporan Niti Aayog memperkirakan permintaan akan naik dua kali lipat pada tahun 2030. Krisis air juga berimbas pada perekonomian negara karena mengihilangkan GDP hingga enam persen.

Ironisnya, di sisi lain para pemangku kebijakan menghadapi situasi sulit. Ini karena mereka tidak mengantongi data yang memadai bagaimana rumah tangga dan industri menggunakan dan mengelola air.

Kendati demikian, beberapa negara bagian India berhasil mengelola manajemen air dengan baik. Gujarat berada di peringkat pertama sedangkan Madhya Pradesh dan Andhra Pradesh ada di urutan kedua dan ketiga.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA