Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Kim Jong-un dan Moon Jae-in Gelar Pertemuan Mendadak

Sabtu 26 Mei 2018 22:35 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ratna Puspita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kiri, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saling berpelukan setelah menandatangani pernyataan bersama di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi, Korea Selatan, Jumat (27/4).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, kiri, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saling berpelukan setelah menandatangani pernyataan bersama di desa perbatasan Panmunjom di Zona Demiliterisasi, Korea Selatan, Jumat (27/4).

Foto: Korea Summit Press Pool via AP
Moon dan Kim membahas tentang pelaksanaan Deklarasi Panmunjeom.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menggelar pertemuan kedua dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in di Panmunjeom pada Sabtu (26/5). Pertemuan keduanya terbilang mendadak karena tak ada pengumuman dari Pemerintah Korsel maupun Korut sebelumnya.

"Presiden Moon Jae-in mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua dengan pemimpin (Korut) Kim Jong-un di Tongilgak di sisi Korut Panmunjeom dari jam 3 sore sampai jam 5 sore pada 26 Mei," kata Sekretaris Pers Moon Jae-in, Yoon Yong-chan, dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Yonhap.

Menurut Yoon, Moon dan Kim membahas tentang pelaksanaan Deklarasi Panmunjeom yang ditandatangani 27 April lalu. Keduanya juga membahas persiapan KTT Korut-Amerika Serikat (AS) yang rencananya digelar di Singapura pada 12 Juni mendatang. 

"Kedua pemimpin itu saling bertukar pandangan tentang pelaksanaan Deklarasi Panmunjeom 27 April dan pembukaan sukses KTT-Korut-AS," kata Yoon.

Kendati demikian, Yoon tak menerangkan secara terperinci perihal hasil pertemuan Kim dan Moon. Termasuk tentang potensi pelaksanaan KTT Korut-AS sesuai dengan yang telah dijadwalkan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tidak akan menghadiri KTT Korut-AS yang rencananya digelar di Singapura pada 12 Juni mendatang. Hal ini disampaikan dalam sebuah surat yang dikirim Trump kepada Kim Jong-un pada Kamis (24/5).

Trump beralasan masih ada kemarahan dan rasa permusuhan sengit yang ditunjukan Pyongyang. "Dunia telah kehilangan kesempatan yang luar biasa untuk memiliki perdamaian abadi dan kemakmuran serta kekayaan. Kesempatan yang luput ini menjadi momen menyedihkan dalam sejarah," ujar Trump.

Namun, Korut masih mengharapkan KTT dengan AS dapat tetap terlaksana sesuai jadwal. "Kami ingin memberitahukan kepada pihak AS sekali lagi bahwa kami memiliki niat untuk duduk dengan pihak AS guna menyelesaikan masalah terlepas dari cara kapan saja," kata Wakil Menteri Luar Negeri Korut Kim Kye-gwan.

Ia mengatakan, penyelenggaraan KTT Korut-AS yang akan mempertemukan Kim Jong-un dan Trump sangat dibutuhkan untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang bermusuhan. Kim Kye-gwan mengungkapkan Kim Jong-un telah membuat upaya habis-habisan untuk mempersiapkan KTT tersebut

Ia kembali menekankan Korut akan tetap terbuka untuk berunding dengan AS. "Kami tetap tidak berubah dalam tujuan kami dan akan melakukan segala yang kami bisa untuk perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea dan umat manusia," ujar Kim Kye-gwan.

Trump mengaku mengapresiasi pernyataan yang dirilis Pemerintah Korut setelah mengumunkan tak akan hadir dalam KTT Korut-AS ."Itu adalah pernyataan yang sangat bagus yang mereka (Korut) keluarkan. Kami akan melihat yang terjadi, ini (KTT) bisa saja pada 12 Juni," ucapnya menegaskan peluang penyelenggaraan KTT Korut-AS masih berpotensi sesuai jadwal.

Trump mengatakan saat ini masih melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Korut. "Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Mereka sangat ingin melakukannya. Kami sangat ingin melakukannya," ujar Trump. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES