Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Najib Razak Penuhi Panggilan KPK Malaysia

Selasa 22 May 2018 10:17 WIB

Rep: Crystal Liestya Purnama/ Red: Bilal Ramadhan

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak tiba di gedung MACC untuk memberikan keterangan seputar skandal kasus 1MDB, Selasa (22/5).

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak tiba di gedung MACC untuk memberikan keterangan seputar skandal kasus 1MDB, Selasa (22/5).

Foto: The Star
Jika tidak penuhi panggilan, Najib bisa dituntut berdasarkan UU MACC

REPUBLIKA.CO.ID, PUTRAJAYA -- Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak muncul di markas Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) pada Selasa (22/5) pagi. Seperti yang telah dijadwalkan, ia akan memberikan keterangan tentang keterlibatannya dalam skandal korupsi 1MDB.

Ia akan menjelaskan bagaimana uang sebesar RM 42 juta atau setara Rp 149 miliar lebih di rekening pribadinya. Markas MACC yang terletak di Putrajaya itu akan memfasilitasi penyelidikan transfer dana yang melibatkan SRC International Sdn Bhd, anak perusahaan dari dana negara 1MDB.

(Baca: KPK Malaysia Panggil Najib Razak Soal Skandal 1MDB)

Politisi dari Pakatan Harapan itu tiba di markas MACC pada pukul 09.40 waktu setempat, tepat waktu untuk janji pukul 10.00 dengan para penyelidik. Seandainya dia tidak muncul, dia bisa dituntut berdasarkan UU MACC.

Penampilan pagi Najib datang setelah malam perubahan tim hukumnya. Menurut laporan the Straits Times, pengacara Harpal Singh Grewal mengatakan bahwa dia dan rekannya M. Athimulan belum dipecat, tetapi menarik diri dari tim.

(Baca: Najib Razak Merasa Terancam Keselamatannya)

Saat ini tim kuasa hukum Najib dipimpin oleh mantan jenderal agensi Datuk Mohd Yusof Zainal Abidin. Sejak pemerintah Najib keluar dari kekuasaan pada 9 Mei, pemerintahan baru yang dipimpin oleh Dr. Mahathir Mohamad telah membuka penyelidikan tentang bagaimana miliaran dolar menghilang dari 1MDB yang dilanda skandal.

Najib telah membantah tuduhan korupsi dan bahwa ia menyalahgunakan kekuasaannya sebagai perdana menteri dan menteri keuangan. Sementara itu, Kepala komisaris baru MACC, Datuk Seri Mohd Shukri Abdull, dijadwalkan untuk memberikan konferensi pers pada pukul 11 pagi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES