Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Mahathir Klaim Punya Bukti Ungkap Skandal Najib

Ahad 13 May 2018 06:12 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Muhammad Hafil

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad (tengah) memberikan keterangan kepada pers di Menara Yayasan Selangor, Selangor, Malaysia, Sabtu (12/5).

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad (tengah) memberikan keterangan kepada pers di Menara Yayasan Selangor, Selangor, Malaysia, Sabtu (12/5).

Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Pencegahan terhadap Najib untuk menghindari masalah ekstradisi

REPUBLIKA.CO.ID,  KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad telah melarang pendahulunya, Najib Razak, untuk pergi ke luar negeri. Mahathir menegaskan dirinya telah memiliki cukup bukti untuk menyelidiki hubungan Najib dengan skandal multi-miliar dolar. Akibatnya, otoritas imigrasi mengeluarkan pencegahan terhadap Najib dan istrinya, Rosmah Mansor.

Pencegahan itu dikeluarkan hanya beberapa menit setelah Najib menyampaikan akan bepergian keluar negeri selama satu pekan. Pencegahan  itu dilakukan, kata Mahathir untuk menghindari masalah ekstradisi di kemudian hari.

"Ada cukup bukti bahwa penyelidikan terhadap hal-hal tertentu, yang dilakukan oleh mantan perdana menteri harus dilakukan dan, jika perlu, aturan hukum akan berlaku," tegasMahathir, Sabtu (12/5).

Di sisi lain, Najib juga secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai United Malay National Organisation (UMNO). Berbagai macam tanggapan pun muncul, apalagi keputusan itu diambil setelah Najib kalah dari pemimpin oposisi, Mahathir Mohamad pada Pilihan Raya Umum (PRU).

"Saya telah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri sebagai Presiden UMNO sekaligus Ketua Barisan Nasional," ujar Najib

Meski telah telah melatakkan jabatannya sebagai Ketua Umum Partai UMNO dan kepengurusan Barisan Nasional atau BN, dirinya berjanji tidak akan pergi meninggalkan UMNO. Bagi dirinya, tidak ada partai sebesar UNMO. Bahkan dia menegaskan bahwa UMNO tetap berjaya. "Saya beri jaminan, saya tidak akan pergi dan tetap mendukung partai. Tidak ada partai sebesar UMNO," tegas Najib.

Pada pemilu pekan lalu,  Najib kalah telak dari Mahathir. Najib hanya mampu memperoleh 79 kursi. Sementara Mahathir unggul dengan 122 kursi. Mahathir sendiri dikenal sebagai kader terbaik Barisan Nasional dan telah menjadi Perdana Menteri Malaysia dari 1981-2003. Tidak hanya itu Mahathir sebenarnya adalah mentor politik Najib. 

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA