Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

Wednesday, 6 Syawwal 1439 / 20 June 2018

AS Ingin Pembicaraan Mengarah pada Penyelesaian Nuklir Korut

Senin 26 February 2018 06:42 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Delegasi Korea Utara saat Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

Delegasi Korea Utara saat Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan.

Foto: Reuters
Korut menyatakan siap untuk menggelar pembicaraan dengan AS.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Gedung Putih menyatakan pembicaraan apa pun dengan Korea Utara harus diarahkan pada penghentian program nuklir Korea Utara. Pernyataan ini keluar setelah Korea Utara menyatakan siap untuk menggelar pembicaraan dengan AS.

Kantor Kepresidenan Korea Utara menyampaikan, delegasi Korea Utara sudah bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sebelum acara penutupan Olympiade Musim Dingin Pyeongchang akhir pekan lalu. Olympiade Pyeongchang sendiri menjadi sarana mencairnya hubungan kedua Korea belakangan ini.

''Kami akan melihat perkembangan atas keinginan Pyongyang untuk menggelar pembicaraan. Ini langkah awal panjang menuju denuklirisasi,'' ungkap Gedung Putih dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Ahad (25/2).

Presiden Moon, delegasi Korea Utara, dan Penasihat Tinggi Gedung Putih Ivanka Trump menjadi tamu kehormatan dalam penutupan Olympiade Pyeongchang. Ivanka tampak tidak berinteraksi dengan delegasi Korea Utara.

Pyongyang mengirimkan mantan Kepala Intelijen Militer Kim Yong-chol. Kim sendiri dituding berada di balik serangan ke Korea Selatan yang menewaskan puluhan orang pada 2010 lalu.

Beberapa saat sebelum seremoni penutupan dimulai di luar Stadion Olympiade Pyeongchang, lebih dari 200 orang menggelar aksi anti Pyonguang. Mereka meneriakkan seruan agar Kim Yong-chol masuk neraka.

''Bagaimana bisa seorang pembunuh diundang, dilindungi, dan masuk ke sini? Beginilah Korea Selatan sekarang,'' kata salah seorang demonstran.

Kim Yong-chol sendiri sebelumnya masuk dalam daftar hitam Korea Selatan. Namun, Seoul mencabut sementara itu agar Kim bisa masuk sebagai utusan Pemerintah Korea Utara.

Para pengunjuk rasa juga menolak rencana gelaran Olympiade Pyongyang. Mereka menilai hal itu hanya jadi alat propaganda Korea Utara.

Olympiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 sendiri jadi titik tolak mencairnya kembali hubungan dua negara Korea pada Januari 2018 ini. Kedua negara bahkan mengusung bendera yang sama dalam pembukaan Olympiade pada Jumat (9/2). Kim Jong-un bahkan mengutus saudarinya, Kim Yo-jong, untuk menghadiri acara pembukaan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Senegal Menang 2-1 Atas Polandia

Rabu , 20 June 2018, 00:22 WIB