Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Filipina Tangkap Perekrut Petempur ISIS

Senin 19 Februari 2018 20:41 WIB

Red: Ani Nursalikah

Seorang tentara  berlari saat mengepung pasukan bersenjata Maute di Marawi City, Filipina Selatan.

Seorang tentara berlari saat mengepung pasukan bersenjata Maute di Marawi City, Filipina Selatan.

Foto: Erik De Castro/Reuters
Warga asing tersebut memiliki kekasih warga Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Pasukan keamanan Filipina menangkap warga asing, yang dicurigai merekrut petempur dalam negeri untuk petempur pendukung ISIS, termasuk persekutuan yang menduduki kota selatan selama lima bulan pada tahun lalu, kata polisi pada Senin (19/2).

Direktur Jenderal Kepolisian Filipina Ronald dela Rosa dalam jumpa pers mengatakan, Fehmi Lassoued dan pacarnya asal Filipina, Anabel Salipada ditangkap di rumah susun sewaan beberapa blok dari kedutaan Amerika Serikat di ibu kota, Manila.

"Penyelidikan menyeluruh dilakukan untuk menentukan tingkat keterlibatan mereka dengan kelompok ancaman internasional dan dalam negeri," kata dela Rosa, dengan menambahkan bahwa sekutu intelijen asing, yang tidak diungkapkan, memberikan rincian jatidiri dan kegiatan Lassoued.

Polisi juga menunjukkan pistol, peluru dan bahan untuk membuat peledak serta bendera hitam ISIS yang disita dari Lassoued dan Salipada. "Kemungkinan besar, dia ada di sini dengan maksud untuk merekrut simpatisan ISIS di Mindanao," kata dela Rosa.

Dia mengatakan Lassoued telah melakukan perjalanan ke Malaysia, Filipina dan Turki dalam dua tahun terakhir dan pertama kali tiba di Manila pada Juni 2016 dengan paspor Tunisia yang ternyata dipalsukan. Lassoued lahir di Uni Emirat Arab dan merupakan keturunan Libya dan Tunisia, namun tinggal di Suriah selama bertahun-tahun.

Tersangka tersebut mungkin telah membantu merekrut kelompok Maute pro-ISIS, yang memimpin pengepungan Kota selatan Marawi tahun lalu. Saat hadir di depan jaksa, Lassoued membantah tuduhan polisi. Dia mengatakan meninggalkan Suriah saat petempur ISIS berusaha membangun dasar pergerakan di sana.

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA