Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Aliran Lahar Gunung Mayon Capai Radius Tiga Kilometer

Selasa 16 Jan 2018 09:32 WIB

Red: Ani Nursalikah

Lahar turun dari kawah Gunung Mayon, seperti terlihat dari Kota Legazpi, Provinsi Albay, 340 kilometer dari selatan Manila, Filipina, Senin (15/1).

Lahar turun dari kawah Gunung Mayon, seperti terlihat dari Kota Legazpi, Provinsi Albay, 340 kilometer dari selatan Manila, Filipina, Senin (15/1).

Foto: AP Photo/Earl Recamunda

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina memerintahkan pengungsian paksa dua kota lagi di dekat gunung berapi bergolak pada Senin (15/1). Kepala ahli vulkanologi memperingatkan kemungkinan letusan berbahaya terjadi dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari.

Lebih dari 12 ribu penduduk melarikan diri ke pusat pengungsian setelah gunung berapi Mayon, setinggi 2.462 meter, di tengah Provinsi Albay. Gunung berapi tersebut mulai memuntahkan abu pada Sabtu serta mengeluarkan lumpur dan bebatuan terbakar pada Ahad.

"Pengungsian paksa terus berlanjut dari kota Daraga dan Legazpi akibat aliran lahar. Aliran lahar mencapai beberapa daerah sekitar tiga kilometer dari gunung berapi tersebut," kata Romina Marasigan, juru bicara Dewan Pengurangan Bahaya dan Penanganan Bencana Negara, kepada wartawan.

photo
Cahaya oranye terlihat dari kawah gunung mayon yang diselimuti awan di Kota Legazpi, Provinsi Albay, Filipina, Ahad (14/1).



Gunung Mayon, tujuan wisata karena bentuk kerucutnya nyaris sempurna, menunjukkan pancaran kawah yang terang pada Ahad, yang menandakan lahar mulai mengalir dari kawah tersebut. Petugas bandar udara Manila mengatakan maskapai penerbangan Cebu Pacific telah membatalkan penerbangan ke Kota Legazpi di dekatnya untuk hari kedua pada Senin, dengan alasan cuaca buruk. Maskapai penerbangan Philippine Airlines mengatakan  tidak membatalkan penerbangan ke dan dari Legazpi, namun terdapat beberapa penundaan jadwal penerbangan.

letusan gunung mayon yang paling merusak terjadi pada Februari 1841, ketika lahar mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang. Gunung tersebut terakhir meletus pada 2014, memuntahkan lahar dan memaksa ribuan orang untuk mengungsi. Filipina meningkatkan kewaspadaan gunung berapi ke tingkat 3, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas vulkanik menuju letusan berbahaya. Tingkat 5 menunjukkan letusan sedang berlangsung.

Penduduk di sekitar wilayah tersebut disarankan menjauh dari radius enam kilometer Daerah Bahaya Tetap dan radius tujuh kilometer Daerah Bahaya Diperluas di sisi selatan gunung berapi tersebut.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA