Senin, 10 Zulqaidah 1439 / 23 Juli 2018

Senin, 10 Zulqaidah 1439 / 23 Juli 2018

Korsel Bantu Cari Korban Kecelakaan Kapal Cina-Iran

Senin 08 Januari 2018 06:48 WIB

Red: Gita Amanda

Kapal tanker Iran yang bertabrakan dengan kapal besar Cina di perairan laut wilayah timur Cina.

Kapal tanker Iran yang bertabrakan dengan kapal besar Cina di perairan laut wilayah timur Cina.

Foto: Twitter CGTN Official

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Korea Selatan (Korsel) turut membantu mengevakuasi korban kapal tanker Iran yang bertabrakan dengan kapal besar Cina di perairan laut wilayah timur Cina. Setelah berkoordinasi dengan Badan Pusat SAR Cina (CMSRC), Korsel mengirimkan satu unit kapal penyelamat dan satu unit pesawat menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban hilang, demikian media resmi Cina itu, Senin (8/1).

"Pemerintah Cina juga memberikan perhatian yang serius terhadap kecelakaan itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang.

Shuang menambahkan insiden yang mengakibatkan 30 awak kapal berkebangsaan Iran dan dua warga negara Bangladesh hilang tersebut juga dalam penyelidikan untuk mendapatkan faktor penyebabnya. Kementerian Perhubungan Cina mengungkapkan bahwa kapal tanker milik perusahaan Iran yang terdaftar di Panama terbakar setelah bertabrakan dengan kapal kargo Cina yang terdaftar di Hong Kong, pada Sabtu (6/1) pukul 20.00 waktu setempat (19.00 WIB), di perairan yang berjarak sekitar 160 mil laut dari muara Sungai Yangtze.

Sebanyak 32 awak kapal Iran hilang setelah kapalnya miring ke kanan, sedangkan 21 awak kapal berkebangsaan Cina berhasil selamat dalam peristiwa itu, demikian pernyataan CMT. Kapal tanker Sanchi sepanjang 274 meter yang mengangkut 136 ribu ton minyak kondensat tersebut mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dari Iran menuju Korsel.

Hingga Ahad (7/1) pukul 09.00 waktu setempat, kapal tanker Sanchi masih terbakar dan mengapung dengan memuntahkan seluruh muatannya ke laut Cina Timur. Sementara kapal CF Crystal mengangkut 64 ribu ton gandum yang sebagian rusak tersebut dalam perjalanan dari Amerika Serikat menuju Guangdong, Cina.

Beberapa saat setelah kejadian, pihak Cina mengirimkan delapan unit kapal, termasuk tiga kapal pembersih, untuk melakukan pencarian terhadap korban, demikian tulis Kantor Berita Xinhua.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES