Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Delapan Orang Tewas dalam Penembakan di Sekolah Brasil

Kamis 14 Mar 2019 05:50 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ani Nursalikah

Polisi menjaga pintu masuk sekolah Raul Brasil State School di Suzano, Brasil, Rabu (13/3), setelah terjadi penembakan massal di sekolah tersebut.

Polisi menjaga pintu masuk sekolah Raul Brasil State School di Suzano, Brasil, Rabu (13/3), setelah terjadi penembakan massal di sekolah tersebut.

Foto: Mauricio Sumiya/Futura Press via AP
Dua pelaku penembakan brutal adalah mantan siswa sekolah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SAO PAOLO -- Dua pria bersenjata yang melakukan penembakan di sebuah sekolah dasar dan menengah Raul Brasil di Brasil, diketahui bekas siswa sekolah tersebut. Itu disampaikan salah satu pejabat sekolah, seperti dilansir BBC, Kamis (14/3).

Penembakan brutal itu terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat ketika para siswa sedang istirahat. Penembakan menewaskan sedikitnya lima siswa, dua karyawan sekolah dan juga pemilik toko terdekat.

Sementara kedua terduga pelaku yang masing-masing berusia 17 dan 25 tahun itu bunuh diri setelah serangan. Polisi setempat mengatakan mereka menemukan revolver, busur dan anak panah, dan barang-barang yang tampaknya bahan peledak. Namun, belum diketahui mengapa dua bekas siswa tersebut menyerang sekolahnya.

Sekolah Raul Brasil memiliki sekitar 1.000 siswa sekolah dasar dan menengah berusia antara enam dan 18 tahun, dan sebuah pusat bahasa. Sekolah terletak di pusat kota Suzano, sekitar 50 Km (31 mil) dari Sao Paulo.

Saat peristiwa terjadi, dua pria bersenjata memasuki sekolah dan menembak mati koordinator Marilena Ferreira Umezo (59 tahun) sebelum membunuh karyawan lain, Marcello Salles. Mereka kemudian menembak lima siswa dan melukai beberapa lainnya sebelum bunuh diri di lorong sekolah.

Salles mengatakan dalam tiga dasawarsa catatan kepolisian, belum pernah ada kasus seperti itu. Menurutnya, hanya siswa sekolah menengah yang berada di sekolah pada saat penembakan. Polisi tiba delapan menit setelah dipanggil dan belum sempat menghadapi pelaku yang bunuh diri tersebut.

"Ini pemandangan yang sangat menyedihkan, hal paling menyedihkan yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya. Para remaja itu dibunuh secara brutal," kata Gubernur Negara Bagian Sao Paulo João Doria setelah mengunjungi sekolah itu.

Sementara, seorang pria juga terluka dalam penembakan lain di dekat sekolah sebelumnya. Namun polisi mengatakan masih menyelidiki terhubungnya dua kasus tersebut. Penembakan sekolah besar terakhir di Brasil terjadi pada 2011, ketika 12 siswa ditembak mati oleh seorang pria bersenjata di Rio de Janeiro.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA