Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Paus Minta Perdagangan Manusia Ditindak Tegas

Senin 11 Feb 2019 09:26 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah

Paus Francis

Paus Francis

Foto: EPA/Maurizio Brambatti
Diperkirakan sebanyak 45,8 juta orang hidup dalam bentuk perbudakan.

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Fransiskus mendesak pemerintah di dunia untuk mengambil tindakan tegas terhadap bisnis perdagangan manusia senilai 150 miliar dolar AS per tahun.

Hal itu ia sampaikan saat berbicara kepada puluhan ribu orang di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dua hari setelah Gereja Katolik Roma menandai hari doa tahunan dan kesadaran akan perdagangan manusia.

“Saya mengimbau, khususnya kepada pemerintah, agar penyebab momok ini ditindak dengan tegas dan para korban dilindungi,” kata Paus Fransiskus, Ahad (10/2).

Global Slavery Index 2016 di bawah kelompok hak asasi manusia Walk Free Foundation memperkirakan sebanyak 45,8 juta orang hidup dalam bentuk perbudakan di seluruh dunia. Migrasi telah menjadi masalah dominan dan sangat dipolitisasi di Eropa.

Banyak migran tiba melalui jalur perdagangan manusia. Tak jarang mereka berada dalam kondisi yang kurang baik dan datang untuk sejumlah besar uang.

"Kita semua mampu dan harus lebih banyak membantu dengan cara melaporkan kasus eksploitasi serta perbudakan terhadap pria, wanita maupun anak-anak," kata Paus Fransiskus.

Setiap 8 Februari, Gereja Katolik Roma menandai hari kesadaran perdagangan manusia dan sebagai bentuk penghormatan pada Santa Josephine Bakhita yang lahir di Sudan pada 1869. Saat masih anak-anak, ia diculik dan dijual sebagai budak.

Setelah Bakhita menemukan kebebasan, ia bergabung dengan sebuah ordo biarawati di Italia Utara, dan meninggal pada 1947.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES