Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Nicolas Maduro Tolak Bantuan Makanan dan Obat dari AS

Rabu 06 Feb 2019 10:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Foto: AP/Boris Vergara
Bantuan makanan dan obat-obatan AS dikirim ke perbatasan Kolombia-Venezuela.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Amerika Serikat (AS) mengirim bantuan makanan dan obat-obatan ke perbatasan Kolombia-Venezuela. Kendati negaranya tengah menghadapi krisis ekonomi, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menolak menerima bantuan asing, terlebih dari AS.

Menurut seorang pejabat AS, bantuan makanan dan obat-obatan ke perbatasan Kolombia-Venezuela akan dipasok ke puluhan titik. "Saya mengantisipasi mungkin ada puluhan titik di mana bantuan seperti itu akan dilancarkan," katanya pada Selasa (5/2).

Sejumlah pejabat AS telah mengatakan truk yang membawa bantuan, termasuk makanan beprotein tinggi, akan tiba di Cucuta, Kolombia, pekan ini. Bantuan tersebut dikirim atas permintaan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido yang bulan lalu memproklamirkan diri sebagai presiden sementara negara tersebut.

Anggota parlemen Venezuela dari pihak oposisi Miguel Pizarro mengungkapkan, tim Guaido akan berusaha menerima dan menyalurkan bantuan dari AS. Hal itu memang memerlukan upaya cukup keras sebab Maduro telah menolak menerima bantuan asing.

"Kami bukan pengemis. Anda ingin mempermalukan Venezuela, dan saya tidak akan membiarkan rakyat kami dipermalukan," ujar Maduro pada Senin (4/2).

Jeremy Konyndyk dari the Center for Global Development mengatakan, masih dikontrolnya militer oleh Maduro berpotensi menyebabkan penerimaan dan distribusi bantuan tersendat. Namun, dia memperingatkan agar bantuan itu tak dipolitisasi.

"Semakin hal itu (bantuan) terlihat seperti serangan terhadap otoritas Maduro, itu membuat bantuan lebih dari target," kata dia.

Krisis politik di Venezuela berlangsung sejak bulan lalu, tepatnya ketika ratusan ribu warga di sana turun ke jalan dan menuntut Maduro mundur dari jabatannya. Saat itu, Majelis Nasional Venezuela, yang juga dipimpin Juan Guaido, menyatakan bahwa pemerintahan Maduro tidak sah.

Guaido kemudian memproklamasikan dirinya sendiri sebagai presiden sementara. Amerika Serikat (AS) segera mengakui kepemimpinannya. Israel dan Australia juga mengikuti langkah AS mendukung Guaido.

Saat ini negara-negara Eropa juga telah mengakui kepemimpinan Guaido. Mereka antara lain Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Swedia, Denmark, Austria, dan Belanda.

Baca: Maduro Sebut Eropa Dukung Intervensi AS di Venezuela

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA