Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

AS Masih Shutdown, Trump Bersikukuh Mau Bangun Tembok

Rabu 09 Jan 2019 13:08 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: AP
Trump menyalahkan Demokrat atas kebuntuan anggaran ini.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah AS masih shutdown. Belum ada kesepakatan angggaran antara kongres dan Gedung Putih.  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikukuh untuk tetap membangun tembok. Ia meyakinkan warganya soal pentingnya membangun tembok di perbatasan AS-Meksiko untuk mempertahankan keamanan nasional.

Trump menekankan bahwa AS tengah menghadapi krisis kemanusiaan dan keamanan yang berkembang di perbatasan. Hal itu dikatakannya pada pidatonya di Oval Office, Gedung Putih.  "Kita sedang menghadapi pula krisis hati dan krisis jiwa," ujar Trump seperti dilansir Anadoulu Agency, Rabu (9/1).

Trump menyalahkan Demokrat bagi kebuntuan saat ini. Sebelumnya Demokrat menolak permintaan dana Trump untuk membangun tembok.
"Pemerintah federal tetap ditutup karena satu alasan yakni karena Demokrat tidak akan mendanai keamanan perbatasan," katanya.

"Satu-satunya solusi bagi Demokrat untuk meloloskan RUU anggaran belanda adalah  membela perbatasan kita dan membuka kembali pemerintah kita," tambah Trump.

Baca juga, Pemerintahan AS Shutdown.

Demokrat, kemudian dengan cepat menolak tuduhan presiden tersebut. Pemimpin minoritas Demokrat di Senat Chuck Schumer mengatakan, Trump hanya menggunakan pandangannya sendiri untuk membuat krisis, memicu ketakutan dan mengalihkan perhatian dari kekacauan dalam pemerintahannya.

"Presiden AS, setelah gagal meminta Meksiko untuk membayar tembok perbatasannya yang tidak efektif dan tidak perlu itu sehingga dia tidak mampu meyakinkan Kongres atau rakyat Amerika untuk menyetujui undang-undang itu dengan 'menutup' pemerintah," kata Schumer yang didampingi  oleh Ketua House Nancy Pelosi.

Akibat shutdown, Sekitar 800 ribu pekerja federal dipaksa untuk bekerja tanpa dibayar atau tanpa sadar menjadi pengangguran. Banyak lembaga pemerintah kehabisan dana.

Trump awalnya bersumpah pada jejak kampanye agar Meksiko langsung membayar untuk tembok perbatasannya, tetapi setelah menghadapi penolakan  dari para pejabat Meksiko, ia berpendapat bahwa kesepakatan perdagangan baru-baru ini dinegosiasi ulang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA