Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

AS Konfirmasi ke Rusia Mundur dari Perjanjian Nuklir

Rabu 19 Dec 2018 09:50 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Inti nuklir. Ilustrasi

Inti nuklir. Ilustrasi

Foto: Sciencealert
Rusia tetap membuka pintu untuk berdialog dan bernegosiasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah secara resmi memberitahu Rusia tentang keinginannya mundur dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF). Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, Selasa (18/12).

Dia mengatakan, sebuah catatan diplomatik yang mengonfirmasi langkah AS untuk hengkang dari INF telah disampaikan melalui saluran politik tingkat tinggi. AS mengaku keputusannya telah final dan tidak akan direvisi.

"Mencatat niat AS menarik diri dari perjanjian (INF), yang disampaikan kepada kami melalui saluran bilateral pada tingkat politik yang tinggi sebagai final dan tidak untuk direvisi," ujar Ryabkov, dikutip laman Anadolu Agency.

Kendati telah menerima pemberitahuan demikian, Rusia masih tetap membuka pintu untuk berdialog dan bernegosiasi. "Kami tetap membiarkan pintu untuk dialog yang substantif, konstruktif, dan dapat diterima bersama pada pencarian cara-cara untuk mempertahankan perjanjian INF," kata Ryabkov.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan dibubarkannya perjanjian INF dapat menyebabkan runtuhnya sistem pengendalian senjata dan nonproliferasi senjata pemusnah massal. Namun, bila AS menghendaki demikian, Rusia akan mengambil langkah-langkah guna memperkuat keamanannya.

"Saya pikir perlu menyatakan sekali lagi bahwa kami akan dipaksa untuk mengambil langkah-langkah tambahan untuk memperkuat keamanan kami," ujar Putin.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rencananya menarik AS dari perjanjian INF pada Oktober lalu. Trump menuding Moskow melanggar kesepakatan tersebut.

Awal bulan ini, AS mengirim ultimatum kepada Rusia untuk mengakui bahwa mereka telah melanggar INF. Bila pengakuan tak dilakukan, Washington mengancam akan memulai proses penarikan diri dari perjanjian itu.

Keinginan AS mundur dari INF cukup menimbulkan kekhawatiran dunia, terutama Eropa. Sebab, hal itu dapat memicu terjadinya perlombaan senjata baru seperti era Perang Dingin.

INF ditandatangani AS dan Uni Soviet pada 1987. Perjanjian tersebut melarang kedua belah pihak memproduksi atau memiliki rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer. Perjanjian itu telah berkontribusi menghancurkan 2.700 rudal balistik dan jelajah pada 1991. Uni Eropa memandang INF sebagai pilar keamanan Benua Biru.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA