Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Kisah Samuel Little yang Mengaku Bunuh Lebih dari 90 Wanita

Jumat 30 Nov 2018 11:38 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Samuel Little.

Samuel Little.

Foto: AP
Littler merupakan salah satu pembunuh berantai terburuku dalam sejarah AS.

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Seorang pria berusia 78 tahun divonis penjara seumur hidup di Penjara Texas, Amerika Serikat (AS) tanpa pembebasan bersyarat pada Kamis (29/11) waktu setempat. Samuel Little (78) diduga telah membunuh 90 wanita dalam empat dekade.

Dia merupakan salah satu pembunuh berantai terburuk dalam sejarah Amerika. The Guardian menuliskan, Little dipenjara sejak 2014 atas tuduhan tiga pembunuhan di Kalifornia.

Oleh kepolisian pada Mei tahun ini, Little mengaku telah membunuh banyak perempuan di sejumlah tempat di Amerika. FBI mengidentifikasikan bahwa tindakan Little merupakan pembunuhan berantai yang keji.

Pada pekan ini pula, FBI merilis laporan kriminal Little sejak 1956. Menurut catatan kriminal FBI, saat usia 16 tahun, Little dipenjara selama sepuluh tahun dengan tuduhan pencurian. Setelah keluar, ia melancarkan aksi nekatnya dengan cara berpindah-pindah tempat mencari mangsa wanita untuk dibunuh.

FBI menyelidiki jejak Little yang berkelana ke 36 kota dan 16 negara bagian untuk membunuh. "Pelajaran terbesar dalam hal ini adalah kekuatan berbagi informasi. Koneksi semuanya ini, dimulai di basis data kami tentang kejahatan kekerasan," ujar Perwakilan FBI Kevin Fitzsimmons seperti dilansir The Guardian, Jumat (30/11). F

itzsimmons mengatakan, Little mengincar wanita-wanita pekerja seks komersial (PSK) dan pecandu narkoba untuk dibunuh. Pembunuhan pertama dirilis ke publik, dimulai pada tahun 1970-an.

Analis Kriminal FBI, Christina Palazzolo mengatakan, korban dibunuh dengan dicekik kemudian jasadnya dibuang sehingga tidak diketahui dan sulit diidentifikasi.

Kemudian pada 1980-an, Little dituduh membunuh lebih dari satu wanita di Mississippi dan Florida. Namun, ia lolos dari dakwaan di Mississippi, dan tidak dihukum di Florida. Akhirnya pada 2012, Little ditangkap di tempat penampungan tuna wisma di Kentucky atas tuduhan narkoba.

Dia kemudian dikirim ke Los Angeles. Di sana polisi memeriksa DNA yang diketahui sebenarnya dia merupakan dalang tiga pembunuhan yang belum terpecahkan antara tahun 1987 dan 1989. Saat itu, kepolisian Los Angeles menghubungi FBI untuk meminta penyelidikan lebih jauh.

FBI kemudian menemukan sejumlah kasus yang memungkinkan keterlibatan Little. Yang terkuat yakni pembunuhan di Odessa, Texas. Dari hasil wawancara FBI dengan Little, ia mengaku membunuh 90 wanita.

Little pelan-pelan mengingat membunuh di mana saja. "Dia berkata, berkelana ke kota dan negara bagian. 'Jasckson-Mississippi - satu wanita, Cincinnati, Ohio - satu orang, Phoenix, Arizona - tiga orang, Las Vegas, Nevada  satu orang," ujar Palazozolo merujuk wawancara dengan Little.

Sisa pengakuan Little soal korban tidak disebutkan lagi olehnya, sehingga banyak korban tidak teridentifikasi. Di antara korban Little, adalah gadis di pertanian New York, Audrey Nelson. Menurut berita media lokal, Nelson pindah ke Los Angeles dari Hebron, New York pada 1980, sebab berharap cuaca yang lebih bersahabat demi mendukung penyakit asmanya.

Nelson bekerja sebagai ahli kecantikan dan memiliki seorang putri kecil, saat dia dibunuh. Butuh 23 tahun bagi polisi Los Angeles untuk menghubungkan kematian Nelson dengan Little.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES