Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Trump: Laporan Lengkap Pembunuhan Khashoggi Dua Hari Lagi

Senin 19 Nov 2018 00:35 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Endro Yuwanto

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Pertanyaannya tetap tentang peran apa yang dimainkan MBS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pemerintahannya akan merilis laporan lengkap dalam dua hari ke depan tentang kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Trump memastikan laporan itu akan mencakup informasi tentang siapa yang melakukan pembunuhan keji itu.

Baca Juga

"Kami akan memiliki laporan yang sangat lengkap selama dua hari ke depan, mungkin Senin atau Selasa," kata Trump dikutip dari aljazeera, Ahad (18/11).

Khashoggi, kolumnis Washington Post dan seorang pengkritik putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dibunuh di konsulat kerajaan di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018, setelah ia pergi ke sana untuk mendapatkan dokumen pernikahan. Keberadaan jenazahnya masih belum diketahui.

Otoritas Turki dan Arab Saudi mengatakan Khashoggi terbunuh di dalam konsulat oleh tim dari kerajaan. Namun tak bisa dipastikan apakah pembunuhan itu direncanakan.

Pejabat AS lainnya yang akrab dengan kasus tersebut telah memperingatkan, meskipun kemungkinan MBS terlibat dalam kematian Khashoggi, pertanyaannya tetap tentang peran apa yang dimainkannya. Arab Saudi telah berulang kali mengubah narasinya tentang pembunuhan. Pertama mengingkari tentang keberadaan wartawan itu dan kemudian mengatakan Khashoggi terbunuh ketika sebuah argumen berubah menjadi perkelahian.

Pekan lalu, Pemerintah Saudi mengumumkan bahwa Riyadh akan menjatuhkan hukuman mati untuk lima orang yang dituduh "memerintahkan dan melakukan" pembunuhan itu.

Shaalan al-Shaalan, wakil jaksa penuntut umum kerajaan, mengatakan pada konferensi pers di Riyadh bahwa regu 15 anggota dibentuk untuk membawa Khashoggi ke Arab Saudi dari Istanbul "dengan cara persuasi". Tapi setelah "pembicaraan dengan dia gagal" di dalam konsulat, Khashoggi terbunuh dengan "sejumlah besar obat yang mengakibatkan overdosis". Ia kemudian dimutilasi.

Al-Shaalan juga mengatakan MBS tidak terlibat dalam pembunuhan yang mengerikan itu. Pembunuhan Khashoggi memicu kegemparan internasional yang telah memorak-porandakan hubungan selama beberapa dasawarsa antara Washington dan Riyadh.

Pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton awal pekan ini bahwa orang-orang yang telah mendengarkan rekaman audio dari pembunuhan tidak berpikir itu berimplikasi pada putra mahkota.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES