Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Gedung Putih Cabut Akses Wartawan CNN

Kamis 08 Nov 2018 13:36 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: AP Photo/Pablo Martinez Monsivais
Donald Trump berdebat dengan wartawan CNN Jim Acosta dalam konferensi pers.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung putih menangguhkan akses kartu pers dari jurnalis CNN, Jim Acosta, pada Rabu (8/11) waktu setempat. Sebelumnya, Acosta berdebat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat konferensi pers usai pemilihan umum (pemilu) paru waktu di Gedung putih.

Trump bahkan melabeli Acosta sebagai musuh rakyat. Presiden tampak memarahi Acosta sambil menyebutkan jurnalis sebagai orang yang kasar dan jahat. Sebab, koresponden CNN itu menolak perintah presiden untuk duduk dan menyerahkan mikrofon selama konferensi pers tersebut.

"Gedung Putih menangguhkan kartu pers jurnalis CNN sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, beberapa jam setelah kejadian dikutip dari Arab News, Kamis (8/11).

Perdebatan antara Acosta dan Trump bermula saat Acosta mengajukan pertanyaan soal imigran Amerika Tengah yang menuju ke perbatasan AS. Selain itu, Acosta juga menanyakan menyoal intervensi Rusia dalam pemilu.

Trump yang enggan menjawab didesak Acosta untuk menjawab pertanyaannya. Hingga akhirnya, Trump berteriak "sudah cukup!" Namun, Acosta bersikeras tidak melepaskan mikrofon dari genggamannya.

"Presiden Trump percaya kepada kebebasan pers dan tak menolak pertanyaan-pertanyaan sulit untuk dia dan pemerintahannya," kata Sanders.

Sanders menambahkan pernyataannya bahwa Gedung Putih bagaimanapun, tidak menoleransi reporter yang menempatkan kekuasaannya pada seorang wanita muda yang mencoba melakukan pekerjaan sebagai magang di Gedung Putih. "Perlakuan itu benar-benar tidak berterima," katanya.

Acosta melalui Twitter-nya membantah tuduhan pelanggaran itu. "Ini bohong," tulis Acosta.

CNN pun menuliskan sebuah pernyataan bahwa Sekretaris Sanders berbohong. "Penangguhan melalui pers dilakukan sebagai pembalasan atas pertanyaan-pertanyaan yang menantang," kata pernyataan CNN tersebut.

CNN mengatakan, serangan oleh Trump kepada jurnalisnya telah melampaui batas. "Mereka tidak hanya berbahaya, mereka juga mengganggu Amerika," kata pernyataan itu.

Jaringan TV kabel AS tersebut menuduh Sanders mengatakan tuduhan palsu terhadap Acosta. "Keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini merupakan ancaman bagi demokrasi kita dan negara ini layak mendapatkan yang lebih baik. Jim Acosta mendapat dukungan penuh kami," kata pernyataan dari jaringan kabel AS itu.

Asosiasi yang mewakili kelompok pers Washington mendesak Gedung Putih untuk segera membalikkan tindakan penangguhan kartu pers tersebut. "Asosiasi Koresponden Gedung Putih sangat menentang keputusan pemerintahan Trump untuk menggunakan kredensial keamanan Secret Service AS sebagai alat untuk menghukum seorang wartawan yang memiliki hubungan yang sulit," kata kelompok itu.

"Mencabut akses ke kompleks Gedung Putih adalah reaksi dari garis ke pelanggaran yang diakui dan tidak dapat diterima," tambah mereka.

Perselisihan awalnya bermula saat Acosta menanyakan mengenai kelompok migran yang sedang berjalan mendekati AS. Acosta mengatakan, Trump tampaknya telah mengancam para migran itu dengan menyebut mereka kelompok invasi. Acosta memberikan tanggapan dengan mengatakan, "Mereka ratusan mil jauhnya. Itu bukan invasi," kata Acosta.

Pada saat itu, presiden kemudian membentak. "Sejujurnya, saya pikir Anda harus membiarkan saya menjalankan negara. Anda menjalankan CNN dan jika Anda melakukannya dengan baik, peringkat Anda akan lebih tinggi," kata Trump.

Setelah itu, Acosta mencoba untuk melanjutkan pertanyaannya yang kedua terkait penyelidikan mengenai Rusia oleh Robert Mueller. "Ini sudah cukup. Cukup. Cukup. Permisi, itu sudah cukup," ujar Trump dengan nada tinggi.

Trump menegaskan, dia tidak peduli tentang penyelidikan tersebut karena penyelidikan itu hanyalah tipuan. Ia kemudian terus mencaci-maki Acosta. "Ini sudah cukup. Letakkan miknya," kata Trump.

Pekerja magang lalu berusaha merebut mikrofon dari Acosta yang tetap mencoba meneriakkan satu pertanyaan terakhir. Presiden pun geram dan menunjuk Acosta dan memarahinya. "Saya akan memberi tahu Anda apa, CNN seharusnya malu sendiri karena Anda bekerja untuk mereka. Anda orang yang kasar dan mengerikan. Anda tidak seharusnya bekerja untuk CNN," katanya.

Kemudian, dia memberikan kesempatan pada jurnalis NBC, Peter Alexander, untuk bertanya. Namun, Alexander membela Acosta dan mengatakan bahwa Acosta adalah jurnalis yang hebat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES