Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Omar, dari Maroon 5 Hingga Muslimah Pertama Kongres AS

Kamis 08 Nov 2018 05:02 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Teguh Firmansyah

Ilhan Omar.

Ilhan Omar.

Foto: AP
Omar merupakan politikus Partai Demokrat yang menentang keras kebijakan Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, MINNESOTA -- Ilhan Omar membuat sejarah baru dalam perpolitikan di Amerika Serikat. Ia bersama Rashida Tlaib menjadi Muslimah pertama di AS yang duduk di Kongres AS. Omar menang dengan suara meyakinkan di wilayah Minnesota.

Omar bukan hanya perempuan Muslim pertama yang mewakili Minnesota, tapi juga menjadi wakil Demokrat pertama dari Minnesota sejak 1962. Negara bagian tersebut memang didominasi pendukung Partai Republik. Tapi, ia berhasil lolos ke Kongres dengan kampanyenya 'Medicare for all'. Omar berjanji untuk mempertahankan jaminan kesehatan yang dicetuskan Barack Obama.

Ia juga berjanji untuk melakukan reformasi dalam peradilan dan mencabut undang-undang Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang sangat merugikan imigran. Sebab, Omar sendiri adalah orang imigran.

Baca juga, Menang, Tlaib Jadi Muslimah Pertama di Kongres AS.

Omar datang ke AS pada usia 12 tahun dan dengan terang-terangan mengkritik dan menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump yang melarang masuknya imigran dari negara-negara Muslim. Omar didukung oleh beberapa organisasi sayap partai Demokrat.

Ia didukung Justice Democrats, MoveOn, dan Our Revolution, sebuah organisasi bernapaskan sosialis-progresif yang didirikan Bernie Sanders. Organisasi yang juga mendukung anggota kongres termuda Alexandria Ocasio-Cortez.

"Saya selalu memiliki pendekatan yang cenderung keadilan sosial dalam setiap hal dalam hidup saya, saya mantan pengungsi yang tumbuh dalam peperangan dan mengerti trauma yang terkait dengan itu," kata Omar seperti dilansir dari ABC News.

Omar bukanlah sosok Muslim yang tertutup. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Ia juga bergaul dengan berbagai kalangan, termasuk kalangan selebriti. Ia bahkan terlibat dalam video klip terbaru band asal California, Maroon 5.

Dalam single "Girls Like You", Omar menjadi salah satu selebriti yang masuk dalam video klip. Selain Omar juga ada nama, Amani Al-Khatahtbeh yang merupakan penulis sekaligus editor muslimgirl.com, yakni majalah online muslim yang berbasis di AS.

Dalam cicilan Twitter, Omar mengungkapkan rasa bahagianya karena sudah dilibatkan dalam video klip teranyar dari band yang beranggotakan Adam Levine, Jammes Valentine, Jesse Carmichael dan tiga lainnya.

"Jika Adam Levine mengajakmu bergabung dalam video klip teranyar bersama dengan para perempuan fenomenal seperti @Tiffany Haddish, @JLo? Tidak ada jawaban lain kecuali ya! Ini adalah pengalaman luar biasa," tulis Omar dalam Twitter pribadinya Ilhan Omar (@IlhanMN).

Video klip yang dirilis tanggal 30 Mei 2018 itu menduduki tangga lagu yang sedang hits. Dilansir dari Fox9.com, penampilan Omar dan Amani yang merupakan seorang muslim juga menjadi penampilan terbaru.

Adapun Tarian Omar muncul sebentar di sekitar 3:45 menit ke dalam klip video dan lagi di akhir, bersama dengan seluruh pemain, yang mencakup pesenam Olimpiade Aly Raisman, komik Sarah Silverman dan Tiffany Haddish dan penyanyi Mary J. Blige dan Bishop Briggs.

Sementara penampilannya di video musik disambut tepuk tangan oleh banyak pengguna media sosial. Namun yang membuat terkejut dia setuju untuk berbagi panggung dengan aktris Israel, Gal Gadot, yang juga ditampilkan di dalam video klip tersebut.

Adapun Al-Khatahtbeh sempat menjadi berita utama awal tahun ini setelah dia menolak penghargaan dari merek kosmetik multinasional, Revlon, karena Gadot adalah duta merek koleksi makeup-nya.

"Kami tidak dapat menerima model peran yang mendukung penindasan perempuan dan anak perempuan di bagian lain dunia," kata dia pada saat itu, seperti dilansir stepfeed.com, Kamis (8/11).

"Dukungan kuatnya (Gal Gadot) dari tindakan Pasukan Pertahanan Israel di Palestina bertentangan dengan moral dan nilai-nilai MuslimGirl.com. Saya tidak bisa, dengan hati nurani yang baik, menerima penghargaan ini dari merek dan merayakan kehormatan Gal setelah IDF memenjarakan Gadis 16 tahun bernama Ahed Tamimi bulan lalu, seorang aktivis yang saat ini masih dipenjara," tambah dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES