Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Iran akan 'Melawan' AS

Ahad 04 Nov 2018 16:45 WIB

Rep: lintar satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Kilang minyak Iran.

Kilang minyak Iran.

Foto: Iranian Presidency Office via AP
Iran memberikan sanksi ekspor minyak Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN--Kepala komandan Garda Revolusi Iran Mayor Jendral Mohammad Ali Jafari mengatakan Iran akan memberikan perlawanan terhadap sanksi yang diberikan Amerika Serikat (AS). Jafari mengatakan sanksi disektor minyak ini sebagai perang psikologis.

"Amerika meluncurkan perang psikologis dan ekonomi dalam upaya terakhir mereka, tapi plot dan rencana Amerika atas sanksi ini akan dikalahkan melalui perlawanan yang terus dilakukan," kata Jafari dalam perayaan pengepungan Kedutaan Besar AS pada tahun 1979, di stasiun televisi Iran, Ahad (4/11).

Sanksi AS yang ditujunkan untuk sektor minyak dan perbankan diberlakukan hari ini, Ahad (4/11). Sanksi tersebut sebagai upaya AS untuk mengendalikan pengembangan nuklir dan rudal Iran. Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran sudah mengeluarkan pernyataan tentang sanksi ini.

“Tidak ada ruang untuk memiliki kekhawatiran. Kami harus menunggu dan melihat bahwa AS tak akan dapat melakukan tindakan apapun terhadap bangsa Iran yang besar dan berani,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi.

AS Masih Izinkan Delapan Importir Beli Minyak Iran

Qassemi mengatakan upaya yang dilakukan AS terhadap Iran melakukan hal yang sia-sia. Ia menilai Negeri Paman Sam sebenarnya tak memiliki kemampuan lebih untuk menempatkan negara-negara, serta perusahaan ekonomi global di bawah tekanan.

Banyak negara yang sudah melakukan pembicaraan dengan Iran untuk menghindari sanksi AS ini. Rusia, Prancis, Inggris, Cina dan Jerman termasuk negara-negara yang telah membuat kesepakatan dengan Iran.

Salah satu sekutu terkuat AS di Asia yakni Korea Selatan pun sudah meminta Negeri Paman Sam untuk melonggarkan sanksi mereka. Pasalnya jika sanksi ini diberlakukan maka banyak perusahaan dari Negeri Gingseng yang akan terdampak.

Saat ini banyak transaksi dan kesepakatan kerja sama antara Korsel dan Iran yang terhenti atau terputus karena sanksi AS atas Iran. Rusia juga menegaskan akan tetap melakukan kerja sama dengan Iran meski sanksi AS tersebut sudah mulai berjalan.

"Kami percaya untuk terus mencari mekanisme yang memungkinkan untuk terus mengembangkan kerja sama dengan mitra kami Iran,” ujar kata Menteri Energi Rusia, Alexander Novak seperti dilansir dari IRNA.

Sumber : reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA