Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Trump tak Puas dengan Cara Saudi Tangani Kematian Khashoggi

Ahad 21 Oct 2018 07:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Wartawan Saudi hilang setelah masuk ke kantor Konjen Arab Saudi di Istanbul

REPUBLIKA.CO.ID, NEVADA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (20/10) menyatakan ia tidak puas dengan langkah Arab Saudi dalam menangani kasus kematian wartawan Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki. Ia mengatakan banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Arab Saudi pada Sabtu (20/10) pagi mengatakan bahwa Khashoggi, yang kerap mengeritik pemimpin de facto kerajaan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tewas dalam perkelahin di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Riyadh tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya.

Pengakuan itu merupakan kebalikan dari pernyataan yang dilemparkan Arab Saudi sebelumnya bahwa Khashoggi sudah meninggalkan konsulat Arab Saudi pada hari yang sama ia memasuki gedung perwakilan tersebut. Khashoggi masuk ke gedung konsulat pada 2 Oktober untuk mengambil dokumen-dokumen pernikahannya kelak.

Ketika ditanya, saat melakukan lawatan ke Nevada, mengenai apakah ia puas bahwa Saudi sudah memecat sejumlah pejabat terkait kematian Khashoggi, Trump mengatakan, "Tidak, saya tidak puas sampai kita menemukan jawaban. Tapi (pengakuan, red) itu adalah langkah awal yang besar, langkah pertama yang bagus. Tapi saya ingin mendapat jawaban."

Pejabat-pejabat Turki mencurigai bahwa Khashoggi, yang merupakan penulis kolom surat kabar Washington Post, tewas dibunuh di dalam konsulat oleh tim petugas intelijen Saudi dan bahwa jasadnya sudah dipotong-potong.

Trump mengatakan bahwa Pangeran Mohammed tidak tahu-menahu soal kematian Khashoggi. Khashoggi adalah warga negara Arab Saudi dan merupakan penduduk Amerika Serikat.

Trump mengatakan tampaknya tak ada yang mengetahui di mana keberadaan jasad wartawan tersebut. Ia menambahkan bahwa tidak ada anggota pemerintahannya yang melihat video atau salinan soal apa yang telah terjadi di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

Sementara sekutu-sekutu Arab Saudi di Timur Tengah tetap bersatu dengan kerajaan tersebut, reaksi negara-negara Barat atas pengakuan Saudi itu beragam. Trump sendiri pada awalnya mengatakan pernyataan Saudi bisa dipercaya. Jerman dan Prancis pada Sabtu menyebut penjelasan Arab Saudi, soal bagaimana Khashoggi tewas, tidak lengkap.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA