Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Putra Mahkota Saudi Dituding Perintahkan Khashoggi Dibunuh

Rabu 17 Oct 2018 11:47 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman

Foto: The Telegraph
Senator AS usulkan penundaan penjualan senjata ke Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham menuduh Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi. Ia mengatakan, keberadaan MBS membahayakan hubungan Saudi dan AS. Graham merupakan senator Republik yang dekat dengan Presiden Donald Trump.

Baca Juga

Banyak anggota Kongres AS telah mengeluarkan kritik keras terhadap kerajaan itu sejak penghilangan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Graham menyalahkan langsung MBS. Ia mengaku, ingin berbicara dengan presiden dan menganjurkan penundaan penjualan senjata ke Saudi.

"Tidak ada yang terjadi di Arab Saudi tanpa diketahui oleh MBS. Saya telah menjadi pembela terbesar mereka di lantai Senat Amerika Serikat. Orang ini adalah bola yang merusak. Dia membunuh orang ini di konsulat di Turki dan mengharapkan saya mengabaikannya. Saya merasa dimanfaatkan dan disalahgunakan," kata Graham dalam wawancara dengan Fox News.

Menurutnya, MBS adalah tokoh beracun dan tidak pernah bisa menjadi pemimpin di panggung dunia. Arab Saudi menyangkal memiliki peran apa pun dalam penghilangan Khashoggi. Tapi, pekan lalu, 22 senator meminta penyelidikan AS terkait sanksi HAM untuk Saudi atas hilangnya Khashoggi.

Trump telah mengambil sikap yang kurang agresif terhadap Saudi. Pada Senin setelah berbicara dengan Raja Salman, Trump mengatakan keterlibatan "pembunuh nakal"  di balik hilangnya Khashoggi.

"Yah, ini bukan pembunuh nakal, ini adalah putra mahkota nakal. Aku akan menangguhkan penjualan senjata selama dia bertanggung jawab," kata Graham dalam wawancara terpisah dengan Fox News Radio.

Dia mengatakan, Raja Salman masih dihormati di Arab Saudi, sementara putra mahkota merusak citranya sendiri. Graham mengaku tidak tahu apa yang akan dilakukan Trump terkait insiden Khashoggi.

"Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan menghukum mati Arab Saudi," ujar Graham.

Dia mempertanyakan mengapa putra mahkota menempatkan pendukung kuat Arab Saudi, terutama Trump, di kondisi yang sulit atas kasus hilangnya Khashoggi.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu Raja Saudi dan putra mahkota pada  Selasa untuk membahas hilangnya Khashoggi.

Khashoggi, jurnalis Saudi yang menjadi kolumnis di the Washington Post, dilaporkan hilang saat mendatangi gedung konsulat jenderal Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. Pejabat kepolisian Turki mengklaim bahwa Khashoggi telah dibunuh di dalam gedung konsulat. Namun, tudingan tersebut segera dibantah oleh pejabat konsulat Saudi di Istanbul.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES