Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Trump: Misteri Hilangnya Khashoggi Segera Temui Titik Terang

Jumat 12 Oct 2018 05:41 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nur Aini

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: AP/Hasan Jamali, File
Turki dan Saudi membentuk tim untuk selidiki hilangnya Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini misteri hilangnya jurnalis veteran Saudi Jamal Khashoggi segera menemui titik terang. Penyidik Turki sudah siap memasuki Konsulat Saudi di Istanbul yang menjadi lokasi terakhir Khashoggi terlihat.

“Saya harus mencari tahu apa yang terjadi, dan kami mungkin semakin dekat dari dugaan kalian,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Kamis (11/10).

Tekanan global meningkat pada sekutu dekat AS, Arab Saudi tentang hilangnya Khashoggi yang terkenal kritis terhadap kebijakan Saudi. Khashoggi memasuki konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober lalu untuk mendapatkan dokumen untuk rencana pernikahannya.

Tunangan Khashoggi yang berkewarganegaraan Turki, Hatice Cengiz mengatakan sejak saat itu, Khashoggi tidak pernah muncul kembali. Sumber-sumber Turki meyakini Khashoggi terbunuh di dalam konsulat. Namun, Saudi telah membantah tuduhan itu dan menyebutnya tidak mendasar.

Sebuah tim penyelidik tengah bersiap mendatangi kantor konsulat. Hal itu diungkapkan seorang pejabat keamanan Turki.

“Sekarang, mereka sedang menunggu izin akhir untuk masuk konsulat,” kata pejabat tersebut, menyusul tawaran awal dari pemerintah Saudi.

Namun, dia tidak bisa memastikan kapan izin tersebut terbit. Pada Kamis (11/10), Turki menerima proposal Saudi membentuk kelompok kerja bersama untuk menyelidiki kasus hilangnya Khashoggi. Hal itu diungkapkan juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin.

Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan Amerika Serikat bekerja sama dengan Turki dan Arab Saudi dalam menyelidiki kasus tersebut. “Kami memiliki simpatisan di sana,” ujar Trump.

Tiga sumber penegak hukum AS mengatakan, Khashoggi bukan warga negara Amerika dan menghilang di luar negeri. Karena itu, FBI tidak memiliki yurisdiksi otomatis untuk terlibat dalam kasus ini. FBI hanya terlibat jika diminta oleh pemerintah asing, seperti Turki.

Para pejabat senior AS, termasuk penasehat senior Trump dan menantu laki-lakinya, Jared Kushner telah berbicara dengan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman tentang hilangnya Khashoggi. Kushner dan putra mahkota menjalin hubungan dekat sejak Trump menjabat.

Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menyatakan negaranya khawatir atas hilangnya Khashoggi. Pemerintah Turki menyatakan tidak dapat tinggal diam.

“Kami sedang menyelidiki semua aspek. Tidak mungkin kami tetap diam mengenai kejadian itu, karena itu bukan kejadian biasa,” ujar dia.

Erdogan mempertanyakan pernyataan otoritas Saudi bahwa konsulat tidak memiliki rekaman Khashoggi meninggalkan gedung. Alasannya, kamera keamanan hanya bisa melakukan pengambilan gambar langsung dan tidak merekam gambar.

Baca: Turki Yakini Saudi Bunuh Jurnalis Khashoggi Secara Terencana

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA