Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Trump Hentikan Kebijakan Pemisahan Keluarga Imigran Ilegal

Kamis 21 Juni 2018 13:10 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Kebijakan pemisahan keluarga imigran memicu kritik dari dalam dan luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif tidak memisahkan anak-anak imigran ilegal dengan orang tuanya di perbatasan AS-Meksiko. Hal tersebut dilakukan setelah kebijakan pemisahan keluarga imigran itu memicu kritik dan kemarahan dari dalam serta luar negeri. 

"Saya menganggapnya sebagai perintah eksekutif yang sangat penting. Ini tentang menjaga keluarga tetap bersama, sementara pada saat yang sama memastikan kami memiliki perbatasan yang sangat kuat," kata Trump ketika menandatangani perintah eksekutif tersebut di Oval Office pada Rabu (20/6). 

Namun dalam teks perintah eksekutif tersebut dijelaskan pendekatan tegas terhadap penegakan imigrasi akan terus berlanjut. Perintah itu menginstruksikan pejabat pemerintah melanjutkan penerapan kebijakan "zero tolerance" untuk setiap imigran yang melintasi perbatasan secara ilegal. 

Perbedaannya, kali ini para pejabat akan berupaya menjaga keluarga imigran tidak terpisah, yakni dengan menahan orang tua dan anak-anaknya secara bersama-sama di saat proses hukum terhadap mereka berjalan. Pejabat pemerintah AS belum dapat menjelaskan apakah kebijakan pemisahan keluarga imigran akan segera berakhir atau kapan mereka yang telah dipisahkan dapat berkumpul kembali.

"Ini masih sangat awal dan kami menunggu panduan lebih lanjut tentang masalah ini," kata juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk Anak dan Keluarga Brian Marriott.

Pemerintah Meksiko dan negara Amerika Tengah menyambut baik keputusan Trump mengakhiri kebijakan pemisahan anak-anak imigran dengan orang tuanya. Namun mereka menyatakan akan tetap waspada guna memastikan hak-hak warga negara mereka dihormati.

Sekitar 2.300 anak-anak imigran yang melintasi perbatasan AS-Meksiko telah ditahan dan dipisahkan dari orang tuanya sejak awal Mei lalu. Kebijakan pemisahan anak-anak imigran dari orang tuanya ini menuai kecaman dunia, tak terkecuali dari Paus Fransiskus. 

Paus mengaku mendukung pernyataan dari keuskupan Katolik AS yang menyebut pemisahan anak dari orang tuanya merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Katolik dan tidak bermoral. Oleh sebab itu ia mengecam kebijakan Trump dalam menangani imigran di perbatasan AS-Meksiko.

Trump awalnya bersikukuh mempertahankan kebijakan imigrasinya tersebut. Ia menilai penerapan kebijakan itu penting guna menghalau arus imigran ilegal di perbatasan AS-Meksiko. Ia bahkan sempat menyalahkan Partai Demokrat atas pemisahan keluarga yang terjadi.

"Demokrat adalah sumber masalah. Mereka tidak peduli dengan angka kriminalitas dan menginginkan lebih banyak pendatang ilegal," ujar Trump.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA