Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Pentagon Tangguhkan Rencana Latihan Bersama dengan Korsel

Selasa 19 Jun 2018 09:00 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Reiny Dwinanda

Latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan

Latihan militer bersama Amerika Serikat dan Korea Selatan

Foto: usmilitary.about.com
Penangguhan latihan militer dengan Korsel terjadi menyusul pertemuan Trump-Kim.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menyusul pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Pentagon menangguhkan semua rencana latihan militer bersama Korea Selatan (Korsel) dan beberapa sekutu di kawasan itu. Semula, latihan akan diselenggarakan pada Agustus mendatang.

Menurut Juru Bicara Pentagon, Dana White, keputusan itu digulirkan sebagai respons atas keinginan Trump untuk menarik kembali rencana "permainan perang" alias "war game". Pentagon masih akan melakukan koordinasi lanjutan terkait detail pembatalan "war game".

"Konsisten dengan komitmen Presiden Trump bersama dengan sekutu Republik Korea maka militer Amerika Serikat menghentikan semua perencanaan untuk "permainan perang" defensif pada bulan Agustus nanti," kata White dalam pernyataannya, seperti dikutip CNN, Senin (18/6).

Di lain sisi, terutama dalam praktiknya, memulai kembali latihan berskala besar adalah tidak praktis. Latihan bersama pada Agustus yang diberi tajuk Ulchi Freedom Guardian, telah lama direncanakan agar bisa terselenggara pada bulan Agustus. Pasukan militer Amerika dan beberapa negara sekutunya bahkan telah merampungkan persiapan akhir.

Pada tahun 2017, latihan tahunan melibatkan 17.500 anggota layanan AS dengan 3.000 berasal dari luar Korsel. Latihan ini mencakup komandan tingkat tinggi dalam latihan simulasi komputer serta unit di lapangan. Semua

kesiapan berlatih itu, menurut pembelaan resmi dari Pentagon, disiapkan di bawah skenario di mana Semenanjung Korea yang tengah berada dalam kondisi krisis dan kemudian menjadi konflik terbuka.

Trump mengumumkan niatnya untuk mengakhiri latihan militer dengan Korsel sepekan yang lalu selama konferensi pers di Singapura. Saat itu, ia menggelar pertemuan bersejarah dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

"Tidak pantas untuk menggelar permainan perang," kata Trump.

Menurut Trump, war game bisa dianggap sesuatu yang "provokatif". Ia yakin keputusan pembatalan latihan militer bersama Korea Selatan akan menjadi sesuatu yang sangat dihargai oleh Korea Utara.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES