Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Selasa, 5 Syawwal 1439 / 19 Juni 2018

Trump Ancam Kim Jong-un Bisa Bernasib Sama dengan Khadafi

Jumat 18 Mei 2018 05:40 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Nur Aini

Donald Trump (kiri) dan Kim Jong Un (kanan)

Donald Trump (kiri) dan Kim Jong Un (kanan)

Foto: VOA
Korea Utara mengancam membatalkan pertemuan antara Trump dengan Kim Jong-un.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Kim Jong-un akan memiliki nasib yang sama seperti Muammar Khadafi. Hal itu akan dilakukan jika pemimpin Korea Utara (Korut) tersebut tidak membuat kesepakatan dengan AS mengenai program senjata nuklirnya.

Trump mengungkapkan ancaman tersebut menanggapi pernyataan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. Sebelumnya, Bolton mengatakan Model Libya bisa menjadi contoh proses pelucutan senjata Korea Utara dalam kesepakatan pada pertemuan antara Trump dan Kim dalam KTT AS-Korut yang direncanakan 12 Juni di Singapura.

Model yang diajukan Bolton mengacu pada perjanjian Khadafi pada Desember 2003, untuk menyerahkan program senjata nuklirnya. Hal itu termasuk memungkinkan sentrifugal uraniumnya untuk dikirim ke AS.

Tetapi Trump tampaknya tidak menyadari perjanjian itu, dan menafsirkan "model Libya" seperti intervensi NATO di Libya pada 2011 untuk mendukung pemberontakan, yang akhirnya mengarah pada pembunuhan Khadafi di Tripoli, Libia.

"Sekarang model itu akan terjadi jika kami tidak membuat kesepakatan, kemungkinan besar. Tetapi jika kami membuat kesepakatan, saya pikir Kim Jong-un akan sangat, sangat bahagia," kata Trump seperti dilansir di The Guardian, Jumat (18/5).

Ketika ditanya apakah berarti Trump tidak setuju dengan penasihat keamanan nasionalnya, ia berkata bahwa Bolton tidak bermaksud demikian. Namun, Bolton berbicara mengenai AS yang berada dalam masalah jika membiarkan Korut dengan senjata nuklirnya.

"Saya pikir, ketika John Bolton membuat pernyataan itu, dia berbicara tentang apakah kita akan mengalami masalah, karena kita tidak bisa membiarkan negara itu memiliki nuklir. Kami tidak bisa membiarkannya," kata Trump.

Komentar-komentar tersebut datang saat pertemuan pada Juni mendatang diragukan untuk tetap terlaksana. Pyongyang bereaksi keras terhadap pernyataan Bolton yang bersikeras bahwa Korea Utara harus membongkar persenjataan nuklirnya secara penuh dan segera.

Seorang pejabat senior Korea Utara mengatakan pada Rabu (16/5), Kim tidak akan mengambil bagian dalam pertemuan dengan Trump tersebut. Dalam sambutannya pada Kamis (17/5), Trump menekankan bahwa Kim akan menerima jaminan keamanan yang kuat jika dia setuju untuk melucuti senjatanya.

"Kami bersedia melakukan banyak hal, dan dia bersedia untuk melakukan banyak hal juga, dan saya pikir kami akan benar-benar memiliki hubungan yang baik, dengan asumsi kami memiliki pertemuan dan dengan asumsi ada sesuatu yang datang dari situ (pertemuan tersebut). Dan dia (Kim) akan mendapat perlindungan yang sangat kuat," kata Trump.

Baca: Korut Ancam Batalkan Pertemuan, Trump Salahkan Cina

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES