Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Trump Mengancam tak Hadiri Pertemuan dengan Korea Utara

Kamis 19 Apr 2018 18:16 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump.

Foto: AP
Pertemuan AS dan Korut diharapkan menciptakan denuklirisasi Korea.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan dirinya tak akan menghadiri KTT AS-Korut yang rencananya digelar pada Mei mendatang. Hal tersebut akan ia lakukan jika KTT tersebut tak membuahkan hasil sesuai yang diharapkannya.

"Seperti yang Anda tahu, saya akan bertemu Kim Jong-un dalam beberapa pekan mendatang untuk membahas denuklirisasi Semenanjung Korea. Semoga pertemuan itu akan sukses besar dan kami menantikannya," kata Trump, dikutip laman the Guardian pada Kamis (19/4).

Kendati mengharapkan pertemuan tersebut dapat menciptakan denuklirisasi di Semenanjung Korea, Trump tak menutup kemungkinan tentang akan gagalnya KTT Korut-AS. "Jika pertemuan ketika saya di sana tidak membuahkan hasil, saya akan meninggalkan pertemuan dengan hormat dan kami akan melanjutkan apa yang kami lakukan atau apa pun yang akan kami teruskan, tetapi sesuatu akan terjadi," ujarnya.

Trump mengatakan, AS dan Korut tidak pernah terlibat dalam situasi seperti ini sebelumnya, yakni ketika kedua negara sama-sama bersedia bertemu dan membicarakan perihal denuklirisasi. "Jadi ia sangat berharap pertemuan ini akan membuahkan hasil positif. Jika kami pikir itu tidak akan berhasil, kami tidak akan memilikinya. Jika saya berpikir bahwa itu adalah pertemuan yang tidak akan berubah, kami tidak akan pergi (ke pertemuan tersebut)," ucapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (17/4), Trump telah mengonfirmasi bahwa Direktur CIA Mike Pompeo telah melakukan perjalanan ke Korut untuk bertemu Kim Jong-un. Pertemuan tersebut mengindikasikan Trump tengah bersiap untuk bertemu Kim Jong-un untuk yang pertama kalinya.

Kim Jong-un telah menyatakan bersedia menghentikan proyek rudal dan nuklirnya. Menurut Presiden Korsel Moon Jae-in, Kim Jong-un belum mengajukan prasyarat apapun untuk melakukan hal tersebut. Kim, kata Moon, hanya meminta dunia internasional menghentikan kebijakan yang bermusuhan terhadap Korut, kemudian diikuti jaminan keamanan.

Korut diketahui telah dijatuhi sanksi bertubi-tubi oleh Dewan Keamanan PBB. Sanksi terus dijatuhkan karena Korut tak kunjung berhenti menguji rudal balistik dan nuklirnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES