Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Minggu, 9 Zulqaidah 1439 / 22 Juli 2018

Kepolisian Philadelphia Angkat Bicara Soal Kecaman Rasis

Senin 16 April 2018 02:00 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Hazliansyah

Starbucks

Starbucks

Foto: Reuters/Keith Bedford
Penangkapan dua pria kulit hitam di Starbucks menuai kecaman tindakan rasis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian Philadelphia Amerika Serikat angkat suara terkait penangkapan dua pria kulit hitam di sebuah kedai kopi Starbucks, Philadelphia. Penangkapan tersebut dinilai sentimen dan rasis, mengingat dua pria berkulit hitam tersebut tidak melakukan apapun.

Kepala Kepolisian Philadelphia, Komisaris Polisi Richard Ross mengatakan, kepolisian melakukan penangkapan karena pegawai Starbucks melapor bahwa dua pria tersebut masuk tanpa izin. Ross pun sadar tindakan polisi itu menarik perhatian berbagai pihak.

Menurut Ross, kepolisian datang karena adanya laporan tindakan tidak menyenangkan serta kecurigaan dari pegawai Starbucks. Ketika polisi datang ke gerai tersebut, pegawai Starbucks memberi tahu bahwa dua pria tersebut ingin pakai toilet. Namun, pegawai Starbucks mengatakan bahwa toilet itu hanya boleh dipakai untuk orang yang telah memesan terlebih dahulu. Sedangkan dua pria tersebut belum memesan makanan ataupun minuman.

Menurut Ross, berdasarkan laporan pegawai Starbucks, dua pria tersebut menolak berkali-kali saat dilarang untuk menggunakan toilet tanpa memesan.

"Kami polisi hanya melakukan tugas sesuai apa yang dilaporkan," kata Ross seperti dikutip Reuters, Ahad (15/4).

Ross yang juga merupakan pria berkulit hitam menyadari hal ini menimbulkan reaksi berupa tuduhan rasisme pada instansinya. Namun, ia memastikan, kepolisian tidak melakukan hal tersebut dan hanya menindaklanjuti laporan.

Lebih lanjut Ross juga mengatakan, dua pria yang ditangkap bawahannya sudah dibebaskan. "Pihak Starbucks tidak ingin memperpanjang ini," kata Ross menambahkan.

Kejadian ini bermula dari viralnya video penangkapan dua pria tersebut di kalangan warganet. Video penangkapan itu mendapat kecaman keras dari kalangan warganet pada Starbucks maupun kepolisian.

Melissa DePino, pengunggah video penangkapan, mengatakan staf menelepon polisi karena kedua pria itu tidak memesan apa-apa saat menunggu seorang teman. Dia mengibaratkan bila pelanggan kulit putih yang melakukan kejadian serupa, pelaporan dan penangkapan ini pasti tidak akan terjadi.

Departemen kepolisian di seluruh Amerika Serikat telah dikecam karena kasus rasisme berulang-ulang, misalnya membunuh orang kulit hitam tak bersenjata dan perlakuan tidak menyenangkan pada orang berkulit hitam beberapa tahun terakhir.

Bila insiden ini terbukti merupakan tindak rasisme, hal ini akan menjadi daftar panjang rasisme kepolisian Amerika Serikat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES