Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Mark Zuckerberg Janjikan Ini Usai Bocornya Data Facebook

Kamis 22 March 2018 13:47 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nidia Zuraya

Mark Zuckerberg.

Mark Zuckerberg.

Foto: EPA
Zuckerberg meminta maaf kepada para pengguna Facebook.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Chief Executive Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf atas bocornya data 50 juta pengguna Facebook. Ia menjanjikan langkah yang lebih ketat untuk membatasi akses pengembang ke informasi pribadi pengguna Facebook.

"Ini adalah pelanggaran kepercayaan yang begitu besar. Saya benar-benar menyesal hal ini telah terjadi. Kami memiliki tanggung jawab dasar untuk melindungi data orang," kata Zuckerberg dalam wawancara dengan CNN, Rabu (21/3).

Zuckerberg mengatakan dalam sebuah unggahan di Facebook bahwa perusahaannya telah membuat kesalahan. Ia mengaku masih banyak yang harus diperbaiki agar hal ini tidak terulang kembali.

 

Baca juga, Skandal pengambilan data terkuak, Facebook digugat investor

Menurut Zuckerberg, Facebook berencana melakukan penyelidikan terhadap ribuan aplikasi yang telah menggunakan platform Facebook. Ia juga akan membatasi akses pengembang ke data pengguna Facebook. Selain itu, ia akan memberi anggota alat yang memungkinkan mereka untuk menonaktifkan akses ke data Facebook dengan lebih mudah.

Dia mengaku bersedia menerima peraturan tambahan pemerintah dan bersaksi di hadapan Kongres AS jika diinginkan. Facebook juga berkomitmen untuk menghentikan campur tangan dalam pemilihan paruh waktu AS pada November mendatang dan pemilihan di India dan Brasil

Jaringan media sosial terbesar di dunia ini sedang menghadapi peningkatan pengawasan pemerintah di Eropa dan Amerika Serikat tentang tuduhan bahwa konsultan politik yang berbasis di London, Cambridge Analytica, mencuri data pengguna untuk kepentingan Donald Trump dalam Pemilu AS 2016 lalu.

Perusahaan telah kehilangan lebih dari 45 miliar dolar AS dari nilai pasar sahamnya selama tiga hari terakhir. Ini karena investor khawatir akan kegagalan Facebook untuk melindungi data pribadi penggunanya dapat menghambat iklan dan menciptakan regulasi yang lebih ketat.

Zuckerberg mengatakan kepada New York Times bahwa tidak banyak pengguna Facebook yang menghapus akun mereka karena skandal itu. Perwakilan Facebook, termasuk Wakil Kepala Pejabat Privasi Rob Sherman, bertemu staf Kongres AS selama hampir dua jam pada Rabu (21/3). Rencananya, pertemuan akan dilanjutkan di Capitol Hill pada Kamis (22/3).

Zuckerberg mengatakan kepada situs web Recode bahwa perbaikan untuk melindungi data pengguna akan menelan biaya jutaan dolar AS.

Christopher Wylie dari Cambridge Analytica mengatakan di Twitter bahwa dia telah menerima undangan untuk bersaksi di hadapan anggota parlemen AS dan Inggris. Menurut laporan dari surat kabar regional Jerman, Pemerintah Jerman meminta Facebook untuk menjelaskan apakah data pribadi dari 30 juta pengguna Facebook di negara itu dilindungi dari kegiatan ilegal pihak ketiga.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES