Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Kamis, 5 Zulhijjah 1439 / 16 Agustus 2018

Presiden Kolombia Minta Bantuan Tampung Pengungsi Venezuela

Rabu 14 Februari 2018 13:24 WIB

Rep: Crystal Liestia Purnama/ Red: Ani Nursalikah

Juan Manuel Santos

Juan Manuel Santos

Foto: EPA/Leonardo Munoz
Krisis kemanusiaan warga Venezuela di Kolombia memburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA --  Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan, pada Selasa (13/2), negara tersebut memerlukan bantuan internasional untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang disebabkan ratusan ribu warga Venezuela yang melarikan diri dari krisis ekonomi.

"Saya menghargai tawaran bantuan finansial dan bantuan lainnya dari masyarakat internasional. Kami sepenuhnya siap menerimanya. Kami membutuhkannya karena sayangnya masalah ini semakin memburuk dari hari ke hari," kata Santos di sebuah acara di Bogota.

Pekan lalu, Santos memperketat kontrol perbatasan dan meningkatkan keamanan di kota-kota perbatasan. Otoritas Migrasi Kolombia mengatakan, jumlah warga Venezuela yang tinggal di Kolombia meningkat 62 persen, menjadi lebih dari 550 ribu orang pada paruh waktu kedua 2017. Kolombia memperkirakan butuh sekitar lima dolar AS per hari untuk memberi makanan dan penginapan bagi setiap migran Venezuela.

Jumlah warga Venezuela yang melintasi perbatasan meningkat, termasuk anak-anak tanpa perawatan, vaksinasi dan pendidikan gratis. Kolombia memperkirakan akan membutuhkan 30 juta dolar AS untuk membangun sebuah pusat bantuan untuk tempat tinggal sementara sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Venezuela sedang dalam keterpurukan yang berlarut-larut dan parah yang telah membuat banyak orang menjadi miskin. Itu dikombinasikan dengan hiperinflasi di negara kaya minyak itu dan telah menyebabkan eksodus massal.

Kamis lalu, Santos mengatakan, dia akan membentuk kendali migrasi yang lebih ketat. Selain itu juga menempatkan 3.000 personel keamanan baru, termasuk 2.120 tentara lagi, di sepanjang perbatasan sejauh 2.219 kilometer tersebut. Sekitar 1,3 juta warga Venezuela mendaftarkan diri untuk kartu migrasi khusus yang memungkinkan mereka menyeberangi perbatasan pada siang hari untuk membeli makanan dan produk lain yang langka di negara mereka sendiri.

Kalangan profesional Venezuela seperti dokter dan insinyur telah menemukan pekerjaan di kota-kota besar atau di industri minyak Kolombia. Sebagian besar masyarakat miskin menetap di kota-kota perbatasan Kolombia.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jembatan Rubuh di Italia, Puluhan Tewas

Rabu , 15 Agustus 2018, 23:34 WIB