Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Angin Kencang dan Salju Batalkan Ribuan Penerbangan AS

Jumat 05 Jan 2018 14:48 WIB

Red: Ani Nursalikah

Penumpang di Newark Liberty International Airport di Newark, New Jersey, Kamis (4/1). Lebih dari 3.000 penerbangan telah dibatalkan pada Kamis karena angin kencang dan salju tebal.

Penumpang di Newark Liberty International Airport di Newark, New Jersey, Kamis (4/1). Lebih dari 3.000 penerbangan telah dibatalkan pada Kamis karena angin kencang dan salju tebal.

Foto: AP Photo/Seth Wenig

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- "Bom topan" melanda wilayah timur laut AS pada Kamis (4/1) dengan membawa angin kencang dan salju tebal hingga menyebabkan ribuan penerbangan dibatalkan, banyak sekolah dan kantor ditutup serta jutaan warga Amerika terancam kekurangan listrik.

Sementara itu, Gubernur negara bagian North Carolina Roy Cooper melaporkan tiga orang tewas dalam badai salju. "Badai ini akan menyebabkan salju tebal di sepanjang Mid-Atlantic Coast menuju Southern New England pada Kamis pagi, yang akan bergerak ke utara menuju wilayah timur laut pada Kamis sore dan akan berakhir di atas Mid-Atlantic Coast pada Kamis petang," tulis Layanan Cuaca Nasional AS dalam peringatan yang dikeluarkannya.

Lembaga-lembaga peramal cuaca menyebut badai musim dingin yang sedang berlangsung ini sebagai "bom topan" karena bergerak dengan cepat dan jarang turun di dalam tekanan atmosfir. Badai itu bergerak di Amerika timur laut pada Kamis pagi dengan mengembuskan angin berkecepatan 60 mph (sekitar 96,5 kilometer per jam) serta angin dingin dari kutub utara yang bersuhu menusuk tulang.

Salju sedang dibersihkan di luar Terminal B LaGuardia Airport, Kamis, 4 Januari 2018 di New York. (AP Photo/Julie Jacobson)

Pada Kamis, sejumlah wilayah di New York diselimuti salju setebal 12 cm hingga 22 cm, di Philadelphia antara 7 cm dan 15 cm, dan di Washington 2 cm sampai 5 cm. Di New England, Boston dan Providence, Rhode Island, ketebalan salju bisa mencapai 20 cm hingga 30 cm sementara di Portland dan Maine sekitar 25 cm hingga 38 cm, menurut Layanan Cuaca Nasional AS.

Lebih dari 3.000 penerbangan telah dibatalkan pada Kamis. Menurut laman pelacak penerbangan FlightAware, bandar udara yang paling banyak membatalkan penerbangan ada di New York, New Jersey dan Boston.

Di Kota New York, seluruh penerbangan telah ditangguhkan di bandara JFK dan La Guardia karena kondisi cuaca dan badai salju. Di bandara Newark, New Jersey, hingga Kamis siang sudah 867 penerbangan yang dibatalkan, yang merupakan 73 persen dari jumlah kegiatan penerbangan normal.

Badai musim dingin yang menghantam Pantai Timur AS juga telah menyebabkan pembatalan lebih dari 200 penerbangan di kota Chicago. Menurut Departemen Penerbangan Chicago, hingga pukul 09.30 waktu setempat, Bandar Udara Internasional Chicago O'Hare telah membatalkan lebih dari 180 penerbangan sementara Bandara Midway 50 penerbangan.

Kendaraan diparkir di Abbott Avenue terbenam salju di New Jersey Shore, Ocean Grove, New Jersey, Kamis, 4 Januari 2018. (AP Photo/Julio Cortez)

Di Washington DC, kantor-kantor pemerintah federal mengundurkan jam buka kantor pada Kamis karena tiupan salju berputar-putar di ibu kota negara AS itu. Perusahaan-perusahaan penyedia layanan listrik memperingatkan kemungkinan layanan bisa berkurang karena unit-unit pemanas di rumah-rumah serta gedung-gedung perkantoran bekerja sangat keras untuk mengimbangi suhu tingkat beku.

Banyak gubernur dan pemimpin pemerintahan daerah telah menyatakan status darurat. Peringatan soal badai salju telah dikeluarkan di Delaware, Maine, Maryland, Massachusetts, New Jersey, Rhode Island dan Virginia.

Gubernur negara bagian New York, Andrew Cuomo telah menyatakan keadaan darurat bagi seluruh wilayah selatan negara bagian tersebut. Tiga gerbong kereta Amtrak, yang membawa lebih dari 300 penumpang dari Miami ke New York, anjlok pada Rabu malam di Savannah, Georgia, yang sedang diselimuti salju. Tidak ada laporan soal korban dalam insiden itu.

Badai "bom topan" diperkirakan terus membawa dampak terhadap bagian timur Amerika Utara pada akhir pekan ini.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA