Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Ethiophian Airlines Lepas Landas dengan Sangat Cepat

Ahad 17 Mar 2019 12:37 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Ethiopian Airlines

Ethiopian Airlines

Foto: Republika
Suara di dalam kokpit member petunjuk waktu saat terakhir pilot Ethiopian Airlines.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Petunjuk tentang kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang yang berada di dalamnya mulai muncul. Salah satu sumber yang mendengar rekaman menara kendali mengatakan sebelum pilot melaporkan masalah dan meminta izin untuk naik, pesawat tersebut melaju dengan kecepatan yang tidak biasanya.

Baca Juga

Sumber tersebut mengatakan suara di dalam kokpit Boeing 737 Max 8 meminta untuk naik 14 ribu kaki dari permukaan air, sekitar 6.000 kaki dari bandara. Lalu pilot meminta diizinkan kembali ke bandara.

"Dia mengatakan ia memiliki masalah kendali, itu mengapa ia ingin naik," kata sumber yang tidak disebutkan namanya tersebut karena rekaman menara kendali menjadi bagian dalam proses investigasi, Ahad (17/3).

Pesawat dengan nomor penerbangan ET 302 itu menghilang dari radar di ketinggian 18 ribu kaki. Sumber mengatakan belum ada detail yang diberikan tentang masalah yang dilaporkan pilot. Ia juga mengatakan saat itu suara pilot terdengar gugup. 

Pakar mengatakan biasanya pilot meminta izin naik ketika mereka mengalami masalah di dekat daratan agar dapat melakukan manuver dan menghindari medan yang buruk. Addis Ababa dikelilingi pegunungan dan di sebelah utaranya ada Gunung Entoto.

Surat kabar Amerika Serikat (AS) New York Times melaporkan suara pilot Yared Getachew. Tapi sumber kantor berita Reuters tidak mengetahui apakah suara tersebut milik Getachew atau ko-pilotnya Nur Mohammad Nur. Namun, menurut sumber, suaranya terdengar sama. 

Badan Penerbangan AS Federal Aviation Administration (FAA) ikut mengandangkan 737 Max 8. Sebelumnya belasan negara melarang penggunaan tipe pesawat tersebut. Kecelakaan Ethiopian Airlines diindikasi memiliki penyebab yang sama dengan jatuhnya pesawat Lion Air pada Oktober lalu yang menewaskan 189 orang.

photo

Kerabat korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 Max 8 berduka di lokasi jatuhnya pesawat di Bishoftu, Addis Ababa, Ethiopi, Rabu (13/3).

Pada Sabtu (16/3), para penyidik mulai mempelajari rekaman suara kokpit. Bersama dengan data rekaman penerbangan, informasi tersebut akan dievaluasi pemerintah Ethiopia, tim dari Boeing, dan badan penerbangan AS dan Uni Eropa untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Sumber Reuters mengatakan pesawat ET 302 sudah mengikuti prosedur standar dan  Standard Instrument Departure (SID) dari bandara. Sumber mengatakan semua aspek tampak normal.  

Setelah satu atau dua menit, suara yang ada direkaman menara kendali meminta untuk berada di jalur yang sama di landasan pacu. Mereka juga meminta naik ke 14 ribu kaki.

Kecepatan pesawat usai lepas landas sangat cepat. Sumber mengatakan saat itu kecepatan pesawat mencapai 450 knots jauh lebih cepat dari biasanya yang hanya 200 sampai 250 knots.

"Itu terlalu cepat," katanya.

Tidak lebih dari dua menit kemudian saat menara kendali berbicara dengan pesawat lain, ET 302 menginterupsi. Suara di dalam kokpit mengatakan 'break, break'. Tanda komunikasi menara kendali yang tidak darurat harus dihentikan. Sumber mengatakan ketika itu suara di dalam kokpit terdengar sangat gugup.

"Ia meminta izin kembali, menara kendali memberinya izin memutar ke kanan karena ke kiri itu ke kota, mungkin sekitar satu menit sebelum titik di radar menghilang," ujarnya.

Setelah memutar, pesawat hilang dari radar dengan ketinggian 10.800 kaki dari atas permukaan laut. Ketinggian yang sangat tinggi untuk pesawat yang baru lepas landas enam menit yang lalu. Landasan Addis Ababa berada di ketinggian 7.600 kaki dari permukaan laut, maka pesawat itu langsung naik 3.000 kaki setelah lepas landas.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA