Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Upaya Kudeta Gabon Gagal, Dua Tentara Ditembak Mati

Selasa 08 Jan 2019 15:29 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Gabon Ali Bongo Ondimb.

Presiden Gabon Ali Bongo Ondimb.

Foto: AP Photo/Francois Mori
Situasi di ibu kota Gabon telah terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, LIBREVILLE -- Dua tentara yang ikut dalam percobaan kudeta pada Senin (7/1) waktu setempat di Gabon dilaporkan tewas.  Mereka ditembak mati setelah petugas keamanan menyerbu gedung radio nasional yang telah diduduki.

Sementara sebanyak tiga pemberontak lainnya ditahan.  "Situasinya terkendali," kata pernyataan kepresidenan.

Para perwira junior menyebut perebutan kekuasaan untuk memulihkan demokrasi di Gabon yang kaya minyak. Upaya kudeta dilakukan di tengah pemimpin yang sakit dan telah memerintah selama 50 tahun.

Radio France Internationale (RFI) melaporkan pemimpin kudeta Gabon Letnan Ondo Obiang diketahui tengah dalam pelarian untuk waktu yang singkat, sebelum ditemukan bersembunyi di bawah tempat tidur.

Baca juga, Militer Gabon Lakukan Kudeta.

"Situasinya tenang. Polisi yang sering ditempatkan di sana telah mengendalikan seluruh area di sekitar kantor pusat radio dan TV, jadi semuanya kembali normal," kata juru bicara pemerintah pusat Afrika, Guy-Bertrand Mapangou.

Mapangou mengatakan, bahwa para jenderal militer, masyarakat sipil dan para pemimpin oposisi yang disebutkan dalam pernyataan pemberontak sebagai pendukung potensial, akan diselidiki.

Kelompok oposisi utama, Koalisi untuk Republik Baru, membantah memiliki hubungan dengan tentara pemberontak. Salah satu anggota utamanya, Paul-Marie Gondjout, mengatakan kepada BBC, tentara dan polisi sedang mencari kendaraan di jalan-jalan utama di ibu kota, Libreville. "Kami melihat ketertiban, tetapi kami tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata Gondjout.

Dia menambahkan dengan kondisi Presiden Ali Bongo yang tak aktif sejak Oktober akibat stroke, wakilnya harus dilantik sebagai kepala negara. "Negara perlu dijalankan dan kami tidak memiliki pemerintahan, tidak ada kepala negara," kata Gongjout.

Presiden Bongo menggantikan ayahnya Omar Bongo sebagai presiden pada 2009. Dia memenangkan pemilihan ulang pada 2016 dalam sebuah jajak pendapat yang diwarnai oleh kekerasan dan tuduhan penipuan.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA