Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Senin, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

78 Siswa Sekolah yang Diculik di Kamerun Dibebaskan

Rabu 07 Nov 2018 17:09 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi penculikan

Ilustrasi penculikan

Foto: IST
Anak-anak diculik oleh kelompok bersenjata.

REPUBLIKA.CO.ID, BAMENDA -- Sebanyak 79 anak sekolah yang diculik di Kamerun telah dibebaskan pada Rabu (7/11). Mereka dibebaskan bersama dengan suoir sekolah itu.  Namun para penculik masih menahan seorang guru dan kepala sekolah.

"Puji Tuhan 78 anak-anak dan supirnya telah dibebaskan. Kepala sekolah dan seorang guru masih bersama para penculik. Mari kita terus berdoa," kata Samuel Fonki, seorang pendeta di Presbyterian di Kamerun.

Anak-anak sekolah tersebut diculik oleh sekelompok orang bersenjata di Bamenda, Kamarun barat. Menurut sumber pemerintah,  Bamenda merupakan sebuah wilayah berbahasa Inggris. Satu anak berhasil melarikan diri lebih awal.

Pendeta itu tidak menjelaskan secara rinci kapan anak-anak itu dibebaskan. Ia juga tidak menyebut apakah ada kesepakatan dengan para penculik.

Dia sebelumnya mengatakan 11 anak sekolah lainnya diculik oleh kelompok bersenjata yang sama pada 31 Oktober. Mereka dibebaskan setelah sekolah membayar tebusan 4.400 dolar AS.

Pendeta dan militer Kamerun menuduh separatis anglophone melakukan penculikan. Tetapi seorang juru bicara separatis membantah terlibat.

Baca juga, 78 Murid dan Kepala Sekolah Diculik di Kamerun.

Kaum separatis telah memberlakukan jam malam dan menutup sekolah-sekolah sebagai bagian dari protes mereka terhadap pemerintah berbahasa Prancis. Mereka dianggap memarginalisasi minoritas berbahasa Inggris.

Gerakan separatis Kamerun berubah menjadi kekerasan pada 2017 setelah tindakan keras pemerintah pada demonstrasi damai. Perpecahan yang berkaitan dengan bahasa adalah warisan dari bekas koloni Jerman di Afrika Tengah yang dibagi antara sekutu Prancis dan Inggris pada akhir Perang Dunia Satu.

Serangan terhadap anak-anak ini mengingatkan penculikan pada 2014 lalu ketika lebih dari 200 anak perempuan diculik kelompok militan Boko Haram di Chibok di negara tetangga Nigeria.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES