Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Wednesday, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Mendagri Tunisia Dipecat Setelah Perahu Migran Tenggelam

Kamis 07 Jun 2018 11:03 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas mengamankan puluhan migran Afrika yang ingin ke Eropa.

Petugas mengamankan puluhan migran Afrika yang ingin ke Eropa.

Foto: Boston.com
Mendagri Lotfi Brahem juga gagal menemukan Najem Gharshalli

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed pada Rabu (6/6) memutuskan untuk memecat Menteri Dalam Negeri Lotfi Brahem dari jabatannya. Berdasarkan keterangan sumber dari Kepresidenan Pemerintah Tunisia salah satu alasannya adalah karena perahu migran tenggelam di pantai Tunisia Tenggara. 

Menteri Kehakiman saat ini Ghazi Jeribi akan memangku jabatan Menteri Dalam Negeri.

Dikutip dari Xinhua, Kepresidenan Pemerintah Tunisia belum mengungkapkan alasan bagi keputusan tersebut. Beberapa pengulas percaya keputusan itu diambil setelah tenggelamnya perahu migran pada Sabtu malam lalu di lepas pantai Tunisia Tenggara sehingga menewaskan tak kurang dari 63 orang.

Tak lama sebelum keputusan tersebut diambil, Lotfi Brahem telah mengumumkan ia akan memecat 10 pejabat keamanan di Provinsi Sfax.

Namun, beberapa pengulas berpendapat keputusan itu berkait dengan berakhirnya ultimatum 24-jam yang diberikan oleh Youssef Chahed kepada Lotfi Brahem, untuk menemukan mantan menteri dalam negeri Najem Gharshalli --yang melarikan diri dan diburu oleh pihak kehakiman Tunisia sehubungan dengan dugaan keterlibatannya dalam mempengaruhi keamanan nasional.

Sebelumnya dilaporkan, sembilan orang tewas pada Ahad (3/6) setelah sebuah kapal cepat  membawa 15 pengungsi di lepas pantai provinsi Antalya di Turki selatan tenggelam. Penjaga pantai Turki mengatakan enam korban tewas merupakan anak-anak.

"Lima orang diselamatkan oleh penjaga pantai dan nelayan," kata petugas pantai Turki.

Saat ini, operasi pencarian dan penyelamatan untuk satu pengungsi yang diyakini hilang masih terus berlanjut. Sementara itu, 11 migran tewas ketika kapal mereka tenggelam di lepas pantai selatan Tunisia. Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengatakan 67 lainnya berhasil diselamatkan penjaga pantai.

"Operasi penyelamatan sedang berlangsung," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Para migran adalah warga Tunisia dan kebangsaan lainnya. Orang-orang Tunisia yang menganggur dan orang-orang Afrika sering mencoba berangkat dengan perahu-perahu darurat dari Tunisia ke Sisilia di Italia.

Sumber : Antara/Xinhua-OANA
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Persija Menang 3-0 Atas Persela

Selasa , 20 Nov 2018, 20:53 WIB