Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

WHO: Wabah Ebola Kongo Masuki Level 'Sangat Tinggi'

Jumat 18 May 2018 21:47 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Pejalan kaki melewati mural yang memperlihatkan gejala ebola.

Pejalan kaki melewati mural yang memperlihatkan gejala ebola.

Foto: Reuters
Wabah ebola terjadi di daerah terpencil.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko wabah ebola di Republik Demokratik Kongo telah memasuki level 'sangat tinggi'. Pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (18/5) ini meningkatkan risiko wabah yang sebelumnya berada di level 'tinggi'.

Penilaian ulang dilakukan setelah kasus ebola pertama dikonfirmasi di Mbandaka, kota besar yang berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Laporan sebelumnya tentang penyakit ini semuanya berasal di daerah terpencil, yang memungkinkan ebola menyebar lebih lambat.

"Kasus yang dikonfirmasi di Mbandaka, sebuah pusat kota besar yang terletak di jalur sungai, jalur darat, serta jalur udara domestik dan internasional utama, meningkatkan risiko penyebaran di Republik Demokratik Kongo dan di negara-negara tetangga," kata WHO.

Deputi Direktur Jenderal WHO untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Peter Salama mengatakan, penilaian level risiko sedang dalam peninjauan. "Kami tentu tidak berusaha menimbulkan kepanikan di masyarakat nasional atau internasional," kata dia.

"Apa yang kami katakan adalah, kasus ebola di perkotaan adalah fenomena yang sangat berbeda dengan kasus ebola di pedesaan. Karena kami tahu orang-orang di daerah perkotaan dapat melakukan kontak yang jauh lebih banyak sehingga kasus ebola di perkotaan dapat memicu peningkatan eksponensial," ujarnya.

Pada Jumat (18/5), WHO juga akan mengumpulkan ahli dari Komite Darurat untuk meminta nasihat terkait wabah tersebut. Pertemuan ini akan memutuskan apakah wabah itu merupakan kasus darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Skenario paling buruk adalah wabah ebola di Kinshasa, kota padat penduduk, tempat jutaan orang tinggal di daerah kumuh yang tidak sehat dan tidak terhubung dengan sistem saluran pembuangan. Pernyataan WHO mengatakan ada 21 laporan kasus yang dicurigai ebola, 20 kasus masih dalam kategori mungkin dan tiga kasus sudah terkonfirmasi antara 4 April dan 15 Mei. Saat ini ada total 44 kasus, termasuk 15 kematian.

WHO telah mengirim 7.540 dosis vaksin eksperimental untuk mencoba menghentikan wabah di jalurnya. Sebanyak 4.300 dosis telah tiba di Kinshasa. Vaksin ini akan digunakan untuk melindungi pekerja kesehatan.

Persediaan vaksin akan cukup untuk memvaksinasi 50 kelompok yang terdiri dari 150 orang. Pada 15 Mei, 527 kontak telah diidentifikasi dan sedang ditindaklanjuti serta dipantau.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES