Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Istri Pelaku Bom Sri Lanka yang Ledakkan Diri Sedang Hamil

Kamis 25 Apr 2019 13:03 WIB

Red: Ani Nursalikah

Rumah pelaku pengeboman di gereja dan hotel di Sri Lanka.

Rumah pelaku pengeboman di gereja dan hotel di Sri Lanka.

Foto: ABC News
Ledakan bunuh diri itu juga menewaskan anak-anaknya dan tiga polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Istri pelaku pengeboman di Sri Lanka yang sedang hamil meledakkan rompi bom bunuh diri ketika polisi menggerebek rumah keluarga kaya tersebut pascaserangan teror pada Ahad Paskah. Tindakan itu juga membunuh anak-anaknya.

Baca Juga

  • Korban tewas akibat pengeboman bunuh diri di Sri Lanka mencapai 359 orang tewas dan 500 lainnya terluka.
  • Dua lelaki bersaudara di tengah rencana serangan bom ini adalah putra dari seorang pedagang rempah yang kaya.
  • Banyak staf hotel yang tidak mau bekerja, takut tempat kerja mereka akan ditargetkan.

Satu pengebom bunuh diri di balik serangkaian serangan mematikan yang menewaskan 359 orang dan melukai 500 orang pernah belajar di Australia sebelum kembali menetap di Sri Lanka. Abdul Lathief Jameel Mohamed tercatat pernah belajar di Inggris sebelum melakukan studi pascasarjana di Melbourne.

Wakil Menteri Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene mengatakan pada konferensi pers, Rabu (24/4) sebagian besar pelaku bom bunuh diri berpendidikan baik dan dari keluarga kaya. Beberapa memiliki gelar sarjana hukum dan semuanya adalah orang Sri Lanka.

'Saudara kandung'

Dua saudara lelaki di tengah rencana serangkaian serangan bom bunuh diri ini adalah anak-anak dari seorang pedagang rempah yang kaya, dan rumah putih mereka yang luas adalah salah satu yang paling mencolok di pinggiran tempat mereka tinggal.

Salah satu dari mereka, Inshaf Ibrahim, seorang pemilik pabrik tembaga di usia 30-an, diyakini merupakan dalang dari rencana serangan bom. Dia meledakkan alat peledaknya di acara sarapan prasmanan yang sibuk di hotel mewah Shangri-La, kata seorang sumber yang dekat dengan keluarga itu. Rumah keluarga pelaku di Kolombo digerebek oleh polisi tak lama setelah itu.

Wijewardene mengatakan ketika polisi tiba, istri dari salah satu saudara lelaki tersebut yang sedang hamil meledakkan bom bunuh diri berbentuk jaket. Ledakan menewaskan dirinya dan dua anaknya serta tiga petugas polisi.

Menurut sumber yang dekat dengan keluarga, Ilham Ibrahim secara terbuka telah menyatakan menganut ideologi ekstremis dan terlibat dalam pertemuan National Tawheed Jamaath, sebuah kelompok lokal yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan. Saudara Ilham Ibrahim yang juga pengusaha, Inshaf, memiliki pandangan yang lebih moderat. Ia dikenal murah hati dalam memberikan sumbangan kepada stafnya dan keluarga yang mengalami kesusahan ekonomi.

Dia menikah dengan putri seorang produsen perhiasan yang kaya raya. Ayah dari laki-laki bersaudara itu, Mohamed Ibrahim, ditangkap ketika polisi menyelidiki mereka yang berada di balik serangan itu.

photo
Polisi berada di luar ruamh Ibrahim. Foto: ABC News

Mohamed Ibrahim, seorang pedagang rempah-rempah kaya dan pilar komunitas bisnis, memiliki enam putra dan tiga putri. Dia dikagumi oleh banyak orang yang mengenalnya.

"Dia terkenal di daerah itu karena banyak membantu orang miskin dengan makanan dan uang. Tidak terpikirkan anak-anaknya bisa melakukan itu. Karena apa yang telah mereka lakukan, menjadikan semua Muslim diperlakukan sebagai tersangka," kata tetangga Fathima Fazla.

Komunitas Muslim ketakutan

Komunitas Muslim di Sri Lanka yang meliputi 10 persen dari populasi di negara tersebut sedang di ujung tanduk. Banyak pengungsi Muslim dari Pakistan yang tinggal di dekat Negombo di mana sebuah gereja telah diledakkan terpaksa bepergian dengan mengendarai bus umum untuk menghindari ancaman pembalasan.

Farah Jameel, seorang pengungsi yang tinggal di daerah itu, mengatakan keluarganya diusir oleh penduduk setempat yang marah. "Mereka memukuli kami. Bahkan tuan tanah kami tidak membiarkan kami tinggal di sini, dia mengusir kami dari sini dan meminta kami pergi," katanya.

Umat Muslim yang tinggal di dekat keluarga Ibrahim menyatakan kesedihan mereka karena tetangga mereka terlibat dalam rencana teror di Sri Lanka. "Tidak hanya bagi umat Islam, seluruh komunitas, seluruh Sri Lanka, semua orang adalah saudara dan saudari kita, semua orang yang telah meninggal adalah saudara dan saudari kita," kata seorang tetangga yang mengidentifikasi dirinya dengan nama depannya Taybeh.

"Saya punya adik laki-laki, dia sangat ketakutan, semua anak di gang-gang, mereka sangat takut, adik laki-laki saya bahkan tidak berani pergi ke kamar mandi sendirian

"Semua orang berpikir, apa yang akan terjadi pada saat berikutnya? Bahkan ketika aku tidur, aku tidak tahu apakah aku akan bangun keesokan paginya," katanya.

Kegagalan intelijen meningkatkan ketegangan politik

Kegagalan bertindak berdasarkan intelijen terperinci yang mengarahkan pada serangan yang direncanakan itu juga telah menyebabkan perselisihan di tingkat tertinggi pemerintahan di negara tersebut. Presiden Sri Lanka Maithrapala Sirisena meminta menteri pertahanan dan kepala polisi negara itu untuk mundur.

Wakil Menteri Pertahanan Wijewardene mengatakan pihak berwenang telah menyelidiki penyusupan kelompok ISIS di Sri Lanka selama bertahun-tahun, mengawasi dengan cermat pejuang asing yang kembali dan keluarga mereka. "Saya tidak tahu kondisinya akan meningkat hingga ke skala ini," katanya.

Pihak berwenang juga mengabaikan peringatan dari para pemimpin Muslim di negara itu pada Januari lalu, tentang seorang ulama ekstremis yang diyakini telah merencanakan serangan. Penangkapan, interogasi dan peledakan terkendali masih berlanjut di sekitar Sri Lanka, dengan pihak berwenang mengatakan mereka juga berencana meningkatkan keamanan di sekitar bandara dan untuk maskapai penerbangan.

Sejumlah lembaga dari Australia, Inggris, AS dan UEA membantu penyelidikan. "Dalam beberapa hari, kami akan memiliki kendali penuh," kata Wijewardene.

Serangan-serangan itu juga telah memicu dampak buruk pada perekonomian Sri Lanka, dimana terjadi pembatalan pemesanan secara massal di hotel-hotel. Hotel Shangri-La Kolombo yang dibom telah ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kehadiran personil keamanan juga ditingkatkan di sekitar pusat-pusat utama kegiatan warga dan kebijakan jam malam di malam hari juga masih terus diberlakukan. Tetapi ada kekhawatiran apakah dana, serta tenaga kerja dan pelatihan untuk mempertahankan tingkat keamanan ini, akan tersedia. Tetapi untuk saat ini, alokasi anggatan untuk kekuatan darurat untuk militer adalah tatanan yang baru.

ABC / Reuters

sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2019-04-25/isteri-pelaku-serangan-bom-sri-lanka-ledakan-diri/11046534
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA