Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Bela Pendiri Wikileaks, Pamela Anderson Kecam PM Australia

Senin 19 Nov 2018 07:41 WIB

Red: Nur Aini

Pamela Anderson

Pamela Anderson

Foto: EPA
Pamela Anderson mengecam PM Australia

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Aktris Amerika Serikat (AS) Pamela Anderson mengecam Perdana Menteri Australia (PM) Scott Morrison melalui surat terbuka, mengatakan dia telah "meremehkan" pendiri WikiLeaks Julian Assange, dan berkomentar "cabul" tentang dirinya.

Pamela Anderson, mantan bintang serial Baywatch, muncul pada program 60 Minutes Australia di jaringan TV Channel Nine awal bulan ini. Ia berbagi rincian pertemanannya dengan Julian Assange dan mendesak PM Scott Morrison untuk "membela teman Anda, mendapatkan kembali paspor Julian dan memulangkannya ke Australia dan bangga padanya dan menyelenggarakan pesta penyambutan untuknya ketika dia pulang".

Julian Assange, yang menerbitkan ribuan dokumen rahasia Amerika Serikat, telah tinggal di suaka politiknya di kedutaan Ekuador di London sejak 2012 untuk menghindari ekstradisi. Ketika ditanya di salah satu stasiun radio komersial apakah dia akan mengikuti saran Pamela Anderson untuk menyelenggarakan acara penyambutan bagi Julian Assange, PM Scott Morrison berkata: "Ah tidak, awalnya, dan selanjutnya, saya punya banyak teman yang bertanya apakah mereka bisa menjadi utusan khusus untuk menyelesaikan masalah dengan Pamela Anderson."

Dalam suratnya tertanggal 17 November, Pamela Anderson mengulangi permohonannya untuk meminta bantuan PM Scott Morrison. Ia mengatakan bahwa Julian Assange telah ditahan selama delapan tahun, dan hak asasi manusianya telah dilanggar.

"Anda telah meremehkan dan menertawakan penderitaan orang Australia dan keluarganya. Anda meresponsnya dengan komentar-komentar cabul dan tidak penting mengenai seorang wanita yang menyuarakan pendapat politiknya," tulisnya.

"Daripada membuat saran cabul tentang saya, mungkin Anda seharusnya berpikir tentang apa yang akan Anda katakan kepada jutaan orang Australia ketika salah satu dari mereka sendiri berbaris dengan pakaian oranye ke Teluk Guantanamo - karena menerbitkan kebenaran.

"Kita semua layak mendapat yang lebih baik dari para pemimpin kita, terutama di lingkungan saat ini."

Jaksa penuntut di Amerika Serikat baru-baru ini memperoleh dakwaan yang disegel terhadap Julian Assange. Ia mengungkapkan bahwa warga Australia itu juga menghadapi dakwaan di Amerika Serikat.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

Sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-11-18/pamela-anderson-vs-pm-scomo/10509108
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES