Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Sunday, 12 Safar 1440 / 21 October 2018

Wabah Listeria Melon Australia Dipicu Cuaca

Kamis 11 Oct 2018 18:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

.

.

Petani melon masih terguncang.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Penyelidikan terhadap serangkaian kematian yang terkait dengan wabah listeria pada buah melon asal Australia menyimpulkan buah yang terkontaminasi berasal dari sebuah perkebunan tunggal di New South Wales (NSW). Wabah itu sebagian besar disebabkan cuaca.

Antara 16 Januari hingga 10 April, tercatat ada 22 kasus listeriosis terjadi di New South Wales, Victoria, Queensland dan Tasmania, yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan keguguran. Sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (11/10) oleh Departemen Industri Primer NSW mengonfirmasi semua kasus itu terkait dengan konsumsi buah-buahan yang dikemas di lahan perkebunan Rombola Family Farms di Nericon, NSW.

Laporan itu mengatakan prosedur kebersihan dan sanitasi di perkebunan itu setara atau lebih baik daripada kebanyakan pertanian buah melon lain yang beroperasi di seluruh Australia. Meskipun demikian, hujan lebat yang terjadi pada Desember dan diikuti badai debu yang membuat ladang perkebunan melon itu diselimuti debu, telah meningkatkan secara signifikan jumlah listeria pada buah di kebun itu.

Listeria adalah bakteri umum yang ditemukan di sebagian besar lingkungan, tetapi dapat berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan yang buruk, seperti anak kecil dan orang tua. Buah melon di perkebunan itu telah dicuci dengan larutan klorin dan digosok sebelum dikemas.

"Air pencucian tidak disirkulasikan ulang, sabun pembersih terus-menerus dipantau dan diterapkan melalui sistem penyemprot otomatis, dan semua air yang masuk ke fasilitas itu diperlakukan dan dianggap dapat diminum," kata laporan itu.

"Kulit rapuh dari semangka membuat buah ini sangat sulit dibersihkan dan disanitasi."

Laporan itu mengatakan ada masalah perifer lainnya yang tercatat di fasilitas pengepakan selama penyelidikan. Ini termasuk beberapa kipas kotor yang digunakan untuk mengurangi tingkat kelembaban pada melon setelah dicuci, dan beberapa bahan spons pada tabel pengepakan yang tidak dapat dibersihkan dengan mudah.

Ini mungkin merupakan faktor yang berkontribusi terhadap wabah listeria tetapi tidak dianggap sebagai penyebab utama. Laporan itu mengatakan wabah itu menyoroti perlunya langkah-langkah pengendalian yang lebih baik dan kesadaran akan ancaman eksternal terhadap keamanan pangan di dalam industri semangka.

Petani melon masih terguncang

Seiring dengan bermunculannya kasus listeriosis, penjualan rock melon anjlok dan hingga kini belum juga pulih. Banyak petani-petani kecil menyerukan pertanian yang merupakan sumber wabah harus diungkapkan namanya, untuk meyakinkan masyarakat buah itu aman untuk dimakan. 

Tapi desakan itu tidak diindahkan sampai Maret, ketika Otoritas Makanan NSW mengungkapkan bahwa mereka bekerja dengan Rombola Family Farms untuk menentukan penyebab pasti dari wabah listeria. Asosiasi Petani Melon Australia pada bulan Maret lalu memperkirakan para petani melon merugi hingga 60 juta dolar AS jika konsumen tidak berhasil diyakinkan tentang keamanan buah sebelum panen dimulai di Australia utara.

Manajer pengembangan industri Dianne Fullelove mengatakan kepada Fairfax Media pada September lalu kalau industri buah melon belum pulih, dan banyak petani telah meninggalkan industri ini. Kontaminasi listeria dan skandal jarum stroberi baru-baru ini telah memicu desakan dilakukannya upaya yang lebih baik untuk mengingatkan masyarakat terhadap risiko dalam rantai makanan.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-10-11/wabah-listeria-dipicu-cuaca/10366586
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES