Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Rabu, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 Desember 2018

Senator Australia Sebut Gaji 200 Ribu Dolar AS tidak Besar

Rabu 20 Jun 2018 07:10 WIB

Red: Ani Nursalikah

Senator Lucy Gichuhi bergabung ke Partai Liberal yang kini memerintah di Australia.

Senator Lucy Gichuhi bergabung ke Partai Liberal yang kini memerintah di Australia.

Foto: ABC News
Dia mengatakan politikus Australia bekerja keras 24 jam setiap hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Senator Australia dari Partai Liberal Lucy Gichuhi sesumbar gaji sebesar 200 ribu dolar Australia (Rp 2 miliar lebih pe rtahun) bukanlah uang besar di Australia. Pernyataannya itu dia sampaikan dalam wawancara dengan sebuah stasiun TV di Kenya dan diunggah secara online awal tahun ini.

Dalam video tersebut, sang senator yang memang berasal dari Kenya, namun telah melepas kewarganegaraannya dan menjadi politikus di Australia, ditanyai mengenai gajinya. "Gaji saya di sini bisa dilihat di website. Saya tidak melihatnya karena langsung masuk ke rekening bank. Namun sebenarnya itu bukan uang yang besar," katanya.

"Politikus maksud saya politikus Australia bekerja keras, 24 jam setiap hari, tidak ada yang dapat mengompensasi mereka untuk pekerjaan yang mereka lakukan," ujarnya.

Setelah ditanyai lebih lanjut, dia akhirnya mengungkapkan jumlah gajinya per tahun.

"Uang 200 ribu dolar Australia dalam setahun penuh. Itu bukan uang banyak. Gaji itu cukup masuk akal," katanya "."

Dia menyampaikan komentar ini setelah sekitar 30 menit diwawancarai. Munculnya rekaman wawancara ini menyusul permasalahan lain yang membelit senator dari dapil Australia Selatan ini.

Dia disoroti terkait penggunaan tunjangan biaya perjalanannya karena mengklaim 2.139 dolar AS (Rp 20 juta lebih) untuk dua anggota keluarganya. Kedua anggota keluarga itu melakukan perjalanan dari Darwin ke Adelaide pulang-pergi untuk pesta ulang tahunnya yang ke-56 pada Oktober tahun lalu. Namun, Senator Gichuhi telah mengembalikan uang rakyat yang diklaimnya tersebut.

Senator Gichuhi masuk ke Parlemen pada April 2017 sebagai caleg pengganti dari partai kecil bernama Partai Family First. Caleg terpilih partai ini, Bob Day, mengundurkan diri menyusul hancurnya usaha developer miliknya.

Untuk pemilu Australia mendatang, Senator Gichuhi berebut posisi di urutan ketiga sebagai caleg melawan politikus lokal Partai Liberal di Adelaide, Alex Antic.

Berbicara kepada ABC Radio, Senin (18/6), Senator Gichuhi mengatakan klaim biaya perjalanan untuk dua anggota keluarganya itu dilakukan tidak dengan sengaja. Dia berdalih hal ini merupakan biaya yang dimasukkan ke akun yang salah.

"Ini masalah yang terjadi. Kami belum lama menjalankan kantor kami sehingga hal itu merupakan kesalahan administrasi. Kami telah menyelesaikannya," katanya.

Dia menambahkan dana 12 ribu dolar AS yang dia habiskan untuk biaya perjalanan ke Sydney menghadiri berbagai acara sepanjang tahun lalu juga bisa dipertanggungjawabkan. Catatan parlemen menunjukkan senator ini mengklaim uang pengganti untuk lima kali perjalanan ke Sydney selama 14 bulan, beberapa di antaranya bersama suaminya.

Perjalanan tersebut termasuk untuk menghadiri acara Program Inklusi Afrika Australia yang digelar National Australia Bank bagi para profesional Afrika. Serta acara stasiun radio Kristiani, Hope 103.2, dengan tema "menyembuhkan bangsa yang terbelah".

ABC telah menghubungi Senator Gichuhi untuk dimintai komentar lebih lanjut.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC Australia.

Sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-06-18/senator-australia-sesumbar-gaji-200-ribu-dolar-tidak-besar/9880834
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES