Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sydney Butuh Menteri Khusus Urusan Kehidupan Malam

Selasa 20 March 2018 12:51 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kehidupan malam di kota Sydney sudah menjadi debat dalam beberapa tahun terkahir.

Kehidupan malam di kota Sydney sudah menjadi debat dalam beberapa tahun terkahir.

Menteri khusus dibutuhkan agar Sydney semakin menarik bagi warga dari berbagai usia.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sebuah laporan menyebutkan Sydney butuhkan walikota atau menteri khusus ekonomi malam hari untuk membantu menumbuhkan kehidupan malam. Posisi ini juga, tambah laporan tersebut, dibutuhkan agar Sydney semakin menarik bagi warga dari berbagai kalangan usia.

Laporan ini dikeluarkan oleh Komisi untuk Ekonomi Malam Hari, yang dibentuk oleh Komite Khusus Kota Sydney. Komisi ini telah menghabiskan satu tahun untuk mencari cara-cara meningkatkan kehidupan malam di pusat kota Sydney dan sekitarnya.

Diharapkan cara-cara ini nantinya diluar aktivitas-aktivitas yang melibatkan konsumsi alkohol. Komite tersebut menemukan kurang dari separuh penduduk Sydney merasa puas dengan pilihan-pilihan yang ditawarkan untuk menghabiskan waktu luang dan hibur.

Mereka juga merekomendasikan kepada pemerintah negara bagian New South Wales agar ada sosok yang mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki ekonomi di malam hari.

Ketua Committee for Sydney, Michael Rose, mengatakan perencanaan dan transportasi yang buruk telah gagal menciptakan kehidupan malam yang ramai. "Saat ini kita memiliki undang-undang perizinan, tapi ada dewan lokal yang mengatur penggunaan tempat, dan keputusan transportasi dibuat oleh badan lain," kata Michael.

"Kami pikir sangat penting untuk memiliki satu orang yang melihat bagaimana memaksimalkan malam hari bagi orang-orang yang tinggal di Sydney."

Sejak tahun 2014, debat seputar kehidupan malam di Sydney berpusat pada penerapan undang-undang 'lockout' dan kekerasan akibat konsumsi alkohol. Laporan tersebut menyambut baik kelonggaran pemerintah soal penerapan undang-undang 'lockout' di tahun 2016 yang membatasi jam malam.

Namun komisi tersebut "prihatin" mengenai dampak jangka panjang dari peraturan saat ini, mengingat reputasi kota Sydney sebagai sebuah kota dunia. Komisi tersebut mengakui ada beberapa lokasi di kawasan sekitar Sydney, sulit untuk mendapatkan makanan atau minuman non-alkohol setelah senja.

Laporan berisi masukan dari 40 organisasi swasta, publik, dan kemasyarakatan, dengan total 23 rekomendasi yang semuanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Sydney dan sekitarnya.

Kehidupan malam di Sydney jadi sorotan sejak atuan lockout diperkenalkan tahun 2016 lalu.

Kehidupan malam di Sydney jadi sorotan sejak atuan lockout diperkenalkan tahun 2016 lalu. (Sumber: ABC News/John Donegan)

Komisi tersebut juga berpendapat untuk memperpanjang waktu untuk berbelanja atau toko-toko dibuka sampai lebih malam pada hari Jumat dan Sabtu. Mereka juga ingin agar jam-jam beroperasi untuk fasilitas warga, museum, galeri seni diperpanjang.

Mereka mengambil contoh seperti di Singapura, setidaknya di kawasan pusat toko-toko dibuka hingga pukul 10 malam. "Kita harus meningkatkan keberagaman yang ditawarkan kepada warga di malam hari," kata Michael.

"Jadi bukan hanya hiburan dan perhotelan tapi juga waktu untuk belanja, vudaya, studi, perpustakaan umum, dan berbagai hal lain yang beroperasi di malam hari sehingga bisa membawa kerumunan lebih beragam di malam hari."

Michael mengatakan meskipun Sydney menjadi tuan rumah tahunan untuk berbagai festival seperti Vivid, Mardi Gras, dan perayaan Tahun Baru Imlek, kota ini masih memiliki potensi yang belum dimanfaatkan. "Mereka mendapat banyak perhatian, tapi kami tidak banyak menyiapkan Sydney di malam-malam lain di luar kegiatan tahunan," kata Rose.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/sydney-butuh-menteri-kehidupan-malam/9567794
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES