Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Monday, 10 Zulqaidah 1439 / 23 July 2018

Jelang Imlek, Buah Tropis Banjiri Pasar Australia

Rabu 14 February 2018 01:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Rambutan yang siap dikirim ke pasar.

Rambutan yang siap dikirim ke pasar.

Foto: ABC
Ada kompetisi memasarkan buah warna-warni ini di seluruh Australia utara.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Tahun Baru Imlek akan dirayakan pada Jumat (16/2) dan bagi perkebunan buah tropis di seluruh Australia utara, ada kompetisi memasarkan buah warna-warni mereka ke sejumlah pasar di kota tepat pada waktunya. Perayaan tersebut merupakan bisnis besar untuk buah-buahan tropis seperti buah naga, rambutan, leci dan kelengkeng.

 

Panen rambutan tepat waktu

Kerry Eupene, yang berkebun rambutan di dekat Darwin mengatakan panen di kebunnya telah meningkat jelang Tahun Baru Imlek. "Musimnya sedikit terlambat untuk tahun ini dan di satu sisi itu buruk karena kami melewatkan pasar Natal, tapi berjalan dengan baik sekarang karena kami tepat waktu untuk Tahun Baru Imlek," katanya.

Ia mengatakan, tips terbaik untuk konsumen adalah menjaga agar rambutan tetap sejuk dan lembab untuk menjaga warna merah cerah mereka yang menakjubkan.

Buah naga dari Wilayah Utara Australia siap menyambut Imlek.

Buah naga dari Wilayah Utara Australia siap menyambut Imlek. Supplied: Marcus Karlsson

Musim buah naga

Perkebunan buah naga terbesar di Wilayah Utara Australia (NT) mengalami minggu yang sangat sibuk, memanen buah-buahan dan mengemas tepat waktu untuk dikirim dengan truk terakhir ke Sydney dan Melbourne. Marcus Karlsson menanam buah berwarna-warni itu di daerah pedesaan Darwin dan mengatakan waktu panen tahun ini sempurna.

"Kami sangat beruntung dengan cuaca, musim hujan [akhir Januari] berhenti sehari sebelum kami mulai memetik," katanya.

"Jadi, itu menunda kami beberapa hari tapi kami berhasil mengirimnya dengan truk dan seharusnya masuk ke pasar minggu ini. Waktu begitu penting, karena truk pengirim (ke pasar-pasar seperti Sydney dan Melbourne) hanya beroperasi di hari Senin dan Kamis, jadi anda harus mengejarnya."

Karlsson mengatakan hasil keseluruhan di kebunnya naik pada tahun lalu dan hujan besar pada bulan Januari telah "meningkatkan" jumlah buah. Ia mengatakan dirinya mendapatkan bayaran lebih banyak untuk buah yang lebih besar di pasar Sydney. Musim buah naga NT akan berlanjut sampai akhir Maret.

Australia Barat mengisi celah untuk pasar kelengkeng yang meningkat.

Australia Barat mengisi celah untuk pasar kelengkeng yang meningkat. ABC Rural: Jesse Thompson

Kelengkeng Kimberley masuk pasar

Nama kelengkeng (longan) berasal dari kata dalam bahasa Cina yang berarti mata naga, jadi tak mengherankan bila buah kecil ini mendapat permintaan tinggi selama perayaan Tahun Baru Imlek. Hanya ada segelintir petani kebun di Queensland utara dan NT yang menghasilkan kelengkeng dalam jumlah komersil, namun Australia Barat (WA) kini mengisi celah pasar itu.

Departemen Pertanian WA menghabiskan 10 tahun terakhir untuk meneliti kelengkeng dan tahun ini mengirimkan buah tersebut dari kebun percobaaan Kununurra mereka ke pasar Perth untuk pertama kalinya. "Ada dua varietas yang tumbuh di kebun penelitian, jenis Kohala sedikit lebih cepat matang daripada Biew Kiew," kata peneliti Tara Slavin.

"Saya akan mengirim beberapa panen ke Perth tepat untuk Tahun Baru Imlek, tapi pasar utamanya jika Anda menanamnya secara komersial ada di Melbourne dan Sydney."

Slavin mengatakan ada potensi besar bagi petani kebun dari Kununurra hingga Carnarvon untuk mulai menanam kelengkeng. "Mereka jauh lebih mudah dikupas daripada rambutan dan mereka juga memiliki masa simpan lebih lama yang selalu bagus dari sudut pandang pemasaran," katanya.

"Ini memberi bisnis Anda lebih banyak keragaman, celah pasar bisa sangat menguntungkan jika Anda benar-benar menemukan segmen Anda."

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/jelang-tahun-baru-imlek-buah-tropis-banjiri-pasar-australia/9443876
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA