Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Wabah Penyakit Perut Landa 200 Penumpang Kapal Pesiar

Kamis 04 Jan 2018 16:25 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pembersihan lebih lanjut di kapal akan terjadi ketika ia berlabuh di Brisbane.

Pembersihan lebih lanjut di kapal akan terjadi ketika ia berlabuh di Brisbane.

Foto: ABC

REPUBLIKA.CO.ID, BRISBANE -- Sekitar 200 orang di kapal pesiar ‘The Sea Princess’ yang akan berlabuh di Brisbane pada Kamis (4/1) dilanda infeksi usus. Kapal pesiar ‘The Sea Princess’, yang merupakan bagian dari armada Princess Cruises, menyelesaikan perjalanan terakhir dari dua minggu perjalanan pulang pergi mereka di antara Brisbane dan Selandia Baru.

Dinas Kesehatan Queensland mengonfirmasi, pengujian di atas kapal menemukan ‘norovirus’ sebagai penyebab meningkatnya kasus penyakit perut itu. "Sekitar 200 orang diyakini telah terinfeksi virus tersebut," kata seorang juru bicara.

"Prosedur sanitasi dan tindakan pengendalian wabah yang tepat telah diberlakukan dan kapal tersebut diperkirakan akan menjalani pembersihan menyeluruh lebih lanjut saat berada di Brisbane," katanya.

Dalam sebuah email kepada para penumpang, perusahaan Princess Cruises mengatakan telah melaksanakan program sanitasi komprehensif berkoordinasi dengan beberapa otoritas kesehatan masyarakat internasional. "Kami juga telah mengatur agar kapal tersebut menjalani desinfeksi tambahan di Brisbane," tulis perusahaan tersebut.

Kapal pesiar ‘The Sea Princess’ bisa menampung hingga 2.000 tamu dan 910 awak, dan dilengkapi dengan sebuah kasino, kolam renang, dan fasilitas olahraga. Tarif untuk pelayaran ke Selandia Baru selama 14 hari berkisar mulai dari 2.000 dolar AS (atau setara Rp 20 juta) sampai 6.600 dolar AS (atau setara Rp 66 juta) per orang.

Tahun lalu, kapal pesiar lainnya dari perusahaan tersebut, yakni ‘The Sun Princess’, mengalami beberapa wabah infeksi usus. Sebuah pelayaran ke Papua Nugini menjadi kacau bagi setidaknya 140 penumpang pada Februari lalu. Para penumpang mengklaim virus tersebut sudah merajalela sebelum kami masuk kapal.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA