Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Pesawat Jatuh ke Sungai Australia Pernah Dinyatakan Hancur

Kamis 04 Jan 2018 15:35 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kantung pengangkat tiup digunakan untuk membantu mengangkut pesawat amfibi ke permukaan sungai di Sydney, Australia.

Kantung pengangkat tiup digunakan untuk membantu mengangkut pesawat amfibi ke permukaan sungai di Sydney, Australia.

Foto: ABC

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Menurut dokumen biro transportasi Australia, pesawat amfibi yang jatuh di Sungai Hawkesbury, negara bagian New South Wales (NSW), pada Malam Tahun Baru dan menewaskan 6 orang sebenarnya pernah dinyatakan 'hancur' dalam kecelakaan fatal 20 tahun lalu.

Bagian utama dari pesawat de Haviland DHC-2 Beaver berusia 55 tahun ini sendiri, termasuk mesin, baling-baling depan dan ekornya, telah diangkat keluar dari air setelah jatuh ke Sungai Hawkesbury. Bangkai kapal telah diturunkan ke sebuah tongkang dan ditutupi dengan terpal karena sifat operasi yang sensitif.

Semua bagian, termasuk pelampung pesawat yang sudah ditemukan akan dibawa ke Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) di Canberra untuk dianalisis. Sebelumnya, sebuah laporan dari ATSB mengungkap, pesawat itu dulunya berfungsi sebagai penyemprot pestisida di lahan pertanian yang terlibat dalam kecelakaan serius di dekat wilayah Armidale, NSW, menewaskan sang pilot.

Para penyidik tak mampu menemukan penyebab kecelakaan itu tapi disebutkan kemungkinan mesin pesawat tiba-tiba berhenti dan pilot tak mampu mengendalikan pesawat sebelum ia jatuh ke daratan. Laporan tersebut menyatakan, pesawat itu 'hancur', tapi Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil telah mengonfirmasi seorang insinyur spesialis telah memeriksa kerusakan itu dan mengatakan pesawat bisa diperbaiki.

Pesawat amfibi de Haviland DHC-2 Beaver berusia 55 tahun, yang sempat berbelok ke kanan sebelum jatuh ke sungai di utara Sydney, itu baru saja menjalani pembaruan mesin. Pesawat itu diproduksi di Kanada pada 1963 dan dibawa ke perusahaan Sydney Seaplanes pada 2006. ATSB masih menyelidiki apa yang terjadi di detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh ke Sungai Hawkesbury tapi disebutkan tidak ada bukti masalah sistemik dengan pesawat tersebut.

Sayap pesawat diangkut dari perairan Teluk Jerussalem.

Sayap pesawat diangkut dari perairan Teluk Jerussalem.

AAP Image: Mick Tsikas

Keluarga berterima kasih kepada saksi

CEO asal Inggris, Richard Cousins, kedua putranya, tunangannya dan putrinya yang berusia 11 tahun meninggal saat pesawat tersebut, yang kembali dari restoran kelas atas itu terjun ke sungai. Saudara laki-laki dari Cousins, Simon dan Andrew Cousins, baru saja tiba di Australia dan pada Kamis (4/1) mengeluarkan pernyataan pertama mereka sejak kecelakaan itu.

"Kami beruntung dan bersyukur atas curahan cinta dan dukungan yang kami terima dari seluruh dunia," kata mereka.

"Kami sangat tersentuh akan penghormatan kepada Richard, William, Edward, Emma dan Heather di media dan seluruh masyarakat."

Kedua bersaudara itu mengatakan mereka berterima kasih kepada Polisi Air Sydney dan saksi-saksi bencana yang membantu di tempat kejadian. "Kami juga berterima kasih atas dukungan luar biasa yang diterima dari Compass Group, perusahaan tempat Richard bekerja, Konsulat Jenderal Inggris di Sydney dan semua orang di Australia yang telah menyampaikan rasa duka cita mereka.”

"Atas nama keluarga besar kami, kami mengucapkan terima kasih telah mengizinkan kami berduka secara pribadi selama masa sulit ini dan menghormati keputusan kami untuk tidak berpartisipasi dalam wawancara media apa pun."

Richard Cousins adalah mantan CEO perusahaan layanan makanan terbesar di dunia, Compass Group.

Richard Cousins adalah mantan CEO perusahaan layanan makanan terbesar di dunia, Compass Group.

Supplied: Compass Group

Pesawat diangkat dari sungai

Operasi polisi untuk mengangkat pesawat itu dari sungai, yang diperkirakan berada di kedalaman 13 meter dari permukaan, telah dilakukan. Para penyelam yang menggunakan tabung suplai udara di permukaan dan berkomunikasi dengan kapal di atas sungai, menggunakan kantung pengangkat tiup untuk mengangkat pesawat ke permukaan.

Sebagai bagian dari penyelidikan kecelakaan pesawat, ATSB akan memeriksa informasi dari sejumlah ponsel dan kamera yang kemungkinan berada di dalam pesawat, begitu pula dengan saksi mata langsung yang mampu memberi keterangan. Jika kesalahan apa pun dalam mesin pesawat ditemukan, ATSB akan segera memberi tahu operator tapi belum ada bukti munculnya masalah yang lebih luas.

Biro itu menolak untuk mengatakan kecelakaan tersebut disebabkan oleh manuver menukik dan masih mengumpulkan kepingan informasi tentang apa yang terjadi sebelum pesawat itu jatuh.

Saksi mengikat tali ke ekor pesawat dalam upaya untuk menariknya ke daratan.

Saksi mengikat tali ke ekor pesawat dalam upaya untuk menariknya ke daratan.

Supplied

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA